Gorontalo Terkini

Penolakan Warga Gorontalo Terhadap Wacana Pembatasan BBM Subsidi

Berdasarkan wacana tersebut, kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc untuk mobil dan 150 cc untuk motor kemungkinan besar tidak akan lagi me

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Suasana pengisian BBM di Pertamina Andalas, Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (4/9/2024). 

"Kalau dialihkan ke bahan bakar yang lebih mahal, biaya kita bertambah, sedangkan pendapatan tidak naik. Kestabilan ekonomi di sini belum merata, jadi ini harus diperhatikan juga, bukan hanya pembatasan BBM saja," tegasnya.

Wacana pembatasan distribusi BBM bersubsidi ini pertama kali disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, pada Jumat (8/3/2024).

Rencana ini didasarkan pada revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Meskipun revisi tersebut belum resmi diterbitkan, pembatasan ini diperkirakan akan mulai berlaku pada tahun ini.

Berdasarkan wacana tersebut, kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc untuk mobil dan 150 cc untuk motor kemungkinan besar tidak akan lagi mendapatkan akses ke Pertalite.

Meskipun begitu, detail pembatasan dan kriteria kendaraan yang diperbolehkan menggunakan Pertalite masih belum pasti.

Beberapa jenis mobil dan motor yang kemungkinan tidak akan bisa menggunakan Pertalite antara lain Toyota Avanza 1.5, Mitsubishi Xpander, Honda Mobilio, Yamaha Nmax, dan Honda PCX.

Warga berharap pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi dari kebijakan ini sebelum memberlakukannya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved