Rabu, 4 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Nelayan Tuna Gorontalo Mengarungi Lautan Sejak 90-an

Mereka bisa menghabiskan berhari-hari di laut lepas, menunggu hasil tangkapan yang akan dijual ke Tempat Pelelangan Ikan di Kelurahan Tenda.

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cerita Nelayan Tuna Gorontalo Mengarungi Lautan Sejak 90-an
FOTO: Prailla Libriana, TribunGorontalo.com
Mohammad Farma, nelayan ikan tuna di Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (28/8/2024). 

Akibatnya, frekuensi melautnya pun berkurang dari satu bulan penuh menjadi hanya dua minggu dalam sebulan.

"Sekarang satu bulan satu kali, ikan semakin sulit ditemukan," keluhnya dengan nada kecewa.

Cuaca dan kondisi ombak yang semakin sulit diprediksi menjadi salah satu penyebab utama menurunnya hasil tangkapan.

Meski demikian, Farma tetap mempertahankan harga ikan tuna di level normal, yaitu Rp 45 ribu per kilogram.

Bagi Farma, setiap hari di laut adalah perjuangan demi keluarga. Ia tinggal bersama istri dan kedua anaknya di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

Dengan semangat yang tak pernah padam, ia terus berupaya mencari nafkah, meski di tengah ketidakpastian dan kesulitan yang terus menghampiri. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved