Gorontalo Terkini
Sosok Bagas Dwi Nurcahyo Pemenang Duta Bahasa Gorontalo 2024: Melaju ke Level Nasional
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, Bagas optimis dapat memberikan yang terbaik bagi Gorontalo di ajang Duta Bahasa Nasional.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bagas-Dwi-Nurcahyo-23-pemenang-Duta-Bahasa-Provinsi-Gorontalo-tahun-2024-Rabu-2882024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bagas Dwi Nurcahyo (23) telah dinobatkan sebagai pemenang Duta Bahasa Provinsi Gorontalo tahun 2024, dan kini bersiap mewakili Gorontalo di ajang Duta Bahasa Nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada 2-7 September 2024.
Bersama pemenang putri Duta Bahasa Gorontalo, Apriani Miranda Peggy Pikoli, Bagas akan bertarung memperebutkan gelar di tingkat nasional.
Bagas lahir di Malang, Jawa Timur, dan pada tahun 2010, bersama keluarganya, ia pindah ke Desa Pangea, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, sebagai bagian dari program transmigrasi.
"Saya dan keluarga pindah ke Gorontalo untuk menyusul nenek, yang telah lebih dulu transmigrasi ke Gorontalo pada tahun 80-an," ungkap Bagas saat diwawancarai oleh TribunGorontalo di Kwarda Gorontalo pada Rabu (28/8/2024).
Bagas adalah lulusan Jurusan Teknik Arsitektur dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan ia berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude pada tahun 2023.
"Saya sangat bersyukur dapat lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude," tuturnya.
Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, Bagas juga aktif di organisasi Pramuka.
Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kerja Pramuka Gorontalo serta menjadi ajudan Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Gorontalo.
Prestasinya di tingkat nasional juga patut diacungi jempol, salah satunya adalah meraih peringkat keempat dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional.
"Penghargaan ini sangat berarti bagi saya, dan menjadi motivasi untuk terus berkarya," katanya.
Bagas, yang menerima beasiswa bidik misi selama kuliah, merasa sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut.
"Beasiswa bidik misi sangat meringankan beban biaya kuliah saya," ungkapnya.
Perjalanan Bagas menuju gelar Duta Bahasa Gorontalo tidaklah mudah. Tahap awal dimulai dengan pendaftaran, diikuti dengan pra karantina.
Dari proses ini, terpilihlah 10 putra dan 10 putri yang kemudian diadu kembali untuk menentukan siapa yang akan mewakili Gorontalo di tingkat nasional.
"Dari 20 orang ini, semuanya sudah menjadi Duta Bahasa. Namun, yang akan maju ke nasional adalah pemenang pertama," jelas Bagas.
Seleksi untuk menentukan pemenang dilakukan dengan ketat, melibatkan berbagai aspek penilaian.
Beberapa di antaranya adalah penilaian program kerja yang ditawarkan, tes kebahasaan yang meliputi Bahasa Gorontalo, Bahasa Inggris, dan bahasa lainnya yang dikuasai oleh peserta.
Selain itu, peserta juga diuji kemampuannya dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
"Tes UKBI ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Bahasa Indonesia," katanya.
Aspek lain yang dinilai termasuk psikologi, kemampuan berbicara di depan publik, serta minat dan bakat masing-masing peserta.
"Selama karantina, kami dinilai secara menyeluruh, dan hasilnya akan diakumulasi hingga pada akhirnya ditentukan siapa yang menjadi pemenang," tutup Bagas.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, Bagas optimis dapat memberikan yang terbaik bagi Gorontalo di ajang Duta Bahasa Nasional. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.