Gorontalo Terkini

Akhirnya! Aspal Berlubang Kampung Bugis Gorontalo Diperbaiki Pemkot, Tapi Warga Masih Khawatir

Sejak pekan ketiga Agustus 2024, proses perbaikan jalan tersebut akhirnya dimulai, memberikan harapan baru bagi warga setempat yang sudah bertahun-tah

Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Fernandes, TribunGorontalo.com
Jl Tribrata, Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloWarga yang tinggal di sekitar Jl Tribrata, Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, menyambut baik perbaikan jalan yang telah lama mereka nanti-nantikan.

Sejak pekan ketiga Agustus 2024, proses perbaikan jalan tersebut akhirnya dimulai, memberikan harapan baru bagi warga setempat yang sudah bertahun-tahun merasakan ketidaknyamanan akibat kondisi jalan yang rusak.

Salah satu warga, Saleh Salam, mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya jalan yang menjadi akses vital bagi perekonomian Gorontalo itu diperbaiki.

Jalan ini merupakan jalur utama yang dilalui kontainer pengangkut barang dari pelabuhan Kota Gorontalo menuju pusat kota, menjadikannya sangat penting bagi aktivitas ekonomi di daerah tersebut.

"Bersyukur tentunya ya, karena sudah lama rusak. Tapi torang (kami) belum sempat panen buah pisangnya," sindir Saleh saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (28/7/2024).

Sebelumnya perlu diketahui, warga menanam pohon pisang di jalan berlubang tersebut sebagai bentuk kritik terhadap lambatnya respons pemerintah.

Namun, di balik rasa syukur tersebut, Saleh dan warga lainnya masih menyimpan kekhawatiran terkait kualitas perbaikan jalan dan masalah drainase yang belum terselesaikan.

Menurutnya, jalan yang rusak bukan hanya berlubang, tetapi juga tidak dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang memadai.

Akibatnya, setiap kali hujan turun, rumah-rumah di sekitar jalan tersebut kerap tergenang air.

"Awalnya, jalan ini sejajar dengan rumah. Tapi ditimbun terus sampai lebih tinggi daripada torang punya rumah," tambah Saleh.

Ia pun menyayangkan bahwa meskipun jalan tersebut dekat dengan parit, selokan untuk mengalirkan air hujan tidak dibangun bersamaan dengan perbaikan jalan.

Selain itu, Saleh juga mempertanyakan kualitas bahan yang digunakan dalam perbaikan jalan.

Ia melihat bahwa bongkahan batu yang digunakan relatif kecil, padahal jalan ini akan dilalui oleh kontainer besar.

Ia khawatir bahwa perbaikan ini tidak akan bertahan lama jika tidak menggunakan bahan yang lebih kuat, seperti batu berukuran besar yang dikenal sebagai "batu mangga."

"Harusnya batu mangga dibuat supaya kokoh. Semoga setelah diperbaiki tidak cepat berlubang lagi," tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved