Demo RUU Pilkada
Cerita Rahmat Mokodompit, Mahasiswa Korban Tembakan Gas Air Mata di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo
Sedikitnya ada tiga korban gas air mata saat aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi pada Jumat (23/8/ 2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosok-Mahasiswa-terdapat-setelah-terkena-tembakan-gas-air-mata.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sedikitnya ada tiga korban gas air mata saat aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi pada Jumat (23/8/ 2024).
Salah satu korban adalah Rahmat Mokodompit, Ketua HMI MPO Gorontalo.
Kepada TribunGorontalo.com, Rahmat menceritakan detik-detik dirinya terkena gas air mata dan water cannon.
"Sudah mau lari ke tengah teman-teman yang lain, namun tiba-tiba seperti ada tembakan gas air mata yang menghantam rusuk kanan saya," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (25/8/2024).
Kondisi itu membuatnya jatuh tersungkur di dekat selokan. Beberapa meter dari pagar Kantor DPRD Provinsi Gorontalo.
Kendati begitu, ia berusaha bangkit menemui teman-temannya yang lebih melarikan diri.
Rahmat merasa kondisinya diperparah gas air mata.
"Sampai sudah susah nafas," tukasnya.
Rahmat akhirnya dilarikan ke Puskesmas di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Berdasarkan keterangan petugas, kata Rahmat, dirinya diperkirakan terkena tembakan gas air mata di bagian rusuk kanan.
"Karena kata mereka, dulu sempat ada yang begitu, dan itu jauh lebih parah lukanya," terangnya.
Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan, ada semacam partikel kecil mengenai rusuknya.
Meski sudah menjalani pengobatan, Rahmat masih merasa sakit di area bekas tembakan.
Baca juga: Pengamat Politik Apresiasi Aksi Demo Mahasiswa Gorontalo Tolak RUU Pilkada
Di sisi lain, Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo, Arif Bina, dua massa aksi menjadi korban seperti halnya dialami Rahmat.
"Ada Ahmad Randy Eks Ketua KAMMI Gorontalo, dan Meylan Anggota HMI cabang Gorontalo," bebernya.
Ia menegaskan, pihaknya akan melancarkan aksi protes terhadap tindakan aparat kepolisian tersebut.
"Repatkan barisan, perkuat simpul gerakan, kami akan tuntut pertanggungjawaban," tuturnya. (*)