Human Interest Story
Cerita Deni Abdul Wasatpel Pelabuhan Gorontalo, Ternyata Dulunya Lolos Polisi Tapi Mundur
Kini menjabat sebagai Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo, perjalanan karier Deni jauh dari kata mulus.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deni-Abdul-Wasatpel-Pelabuhan-Feri-Gorontalo-yang-ternyata-pernah-lolos-polisi.jpg)
Hebatnya, ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu hanya satu tahun enam bulan.
"Saya bisa cepat karena tidak perlu mengontrak mata kuliah dasar. Jadi bisa kontrak dua semester sekaligus," jelas Deni.
Meskipun sering hanya mengikuti setengah kelas untuk beberapa mata kuliah, Deni berhasil meraih nilai tertinggi di kelasnya.
Pada tahun 2012, Deni akhirnya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kota Gorontalo.
Empat tahun kemudian, pada tahun 2016, ia mendapat tawaran untuk bergabung dengan Kementerian Perhubungan.
"Beralih instansi ke pegawai Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Karier Deni di Kementerian Perhubungan dimulai di Terminal Dungingi sebagai staf selama dua tahun.
Meskipun jarak antara rumah dan tempat kerjanya hanya sepelemparan batu, Deni memilih untuk berjalan kaki setiap hari.
"Jalan kaki saya kan cuma dekat," katanya.
Tahun 2019, Deni dipindahkan ke Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Marisa sebagai Wasatpel UPPKB Marisa selama empat tahun.
Dan pada Mei 2024, Deni ditugaskan di Pelabuhan Ferry Gorontalo sebagai Wasatpel.
Di Pelabuhan Ferry, Deni tak hanya menjalankan tugas rutinnya. Ia juga memperkenalkan program penataan penumpang, termasuk memanfaatkan pramuwisata profesional untuk melayani wisatawan asing.
"Saya lakukan itu biar wisatawan asing ini dapat difasilitasi dengan baik di Gorontalo," tutup Deni, menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung di Pelabuhan Ferry Gorontalo. (*)