Selasa, 24 Maret 2026

Ancaman Deforestasi Gorontalo

17 Ribu Ha Hutan Alam Gorontalo Terancam Ditebang Habis untuk Produksi Wood Pellet

Dorongan kebutuhan ekspor wood pellet yang semakin meningkat, terutama ke Jepang dan Korea Selatan, menempatkan kawasan hutan ini dalam bahaya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 17 Ribu Ha Hutan Alam Gorontalo Terancam Ditebang Habis untuk Produksi Wood Pellet
FWI
Pengangkutan kayu di kawasan industri Wood Pallet Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hutan alam di Provinsi Gorontalo tengah menghadapi ancaman besar.

Dorongan kebutuhan ekspor wood pellet yang semakin meningkat, terutama ke Jepang dan Korea Selatan, menempatkan kawasan hutan ini dalam bahaya.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Forest Watch Indonesia (FWI) bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di Gorontalo, ditemukan bahwa dua perusahaan perkebunan kelapa sawit telah terlibat dalam usaha produksi wood pellet.

Kedua perusahaan itu yakni PT Inti Global Laksana (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL).

Perusahaan PT IGL beroperasi dengan izin SK.3102/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/5/2020 di lahan seluas 11.860 hektar.

Baca juga: PT BJA Bantah Tuduhan Ekspor Wood Pellet Secara Diam-Diam ke Jepang dan Korea Selatan

Sementara PT BTL menjalankan usahanya berdasarkan SK.3103/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/5/2020 di area seluas 15.493 hektar.

Dari total lahan tersebut, sekitar 65 persen atau sekitar 17.779 hektar masih berupa hutan alam yang terancam ditebang habis demi memenuhi kebutuhan produksi wood pellet.

FWI mengungkapkan bahwa selama periode 2021 hingga 2023, terjadi deforestasi seluas 1.087,25 hektar di dalam konsesi kedua perusahaan tersebut.

Kondisi ini mempertegas bahwa PT IGL dan PT BTL sama-sama memanfaatkan kayu dari hutan alam.

Meskipun seharusnya produksi wood pellet dilakukan dengan menggunakan kayu dari hutan tanaman atau dari kegiatan rehabilitasi, bukan dari penebangan hutan alam.

Lebih jauh, FWI menilai bahwa situasi ini merupakan bagian dari skema deforestasi terencana yang telah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Provinsi Gorontalo saat ini memegang kendali atas mayoritas ekspor wood pellet Indonesia, dengan total ekspor mencapai 56.713 ton atau setara dengan 7,71 juta USD dari Oktober 2023 hingga Juni 2024.

Sebagian besar ekspor tersebut ditujukan ke Jepang dan Korea Selatan, dengan PT Biomassa Jaya Abadi (BJA) sebagai satu-satunya perusahaan eksportir wood pellet di Gorontalo.

Ekspor dari provinsi ini mencakup 94 persen dari total ekspor wood pellet Indonesia ke kedua negara tersebut.

Anggi Prayoga, Juru Kampanye FWI, menegaskan bahwa deforestasi untuk proyek bioenergi di Gorontalo tidak bisa diterima.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved