Human Interest Story
Cerita Yasi Ismail, Warga Desa Kopi Gorontalo Berjualan Buah Sejak Usia 15 Tahun
Yasi Ismail, pedagang buah di depan Pido Kopi menceritakan perjalanan hidupnya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yasi-Ismail.jpg)
"Saya juga dulu waktu kecil pernah jualan gorengan yang saya bawa keliling dari satu desa ke desa lain," imbuhnya.
Yasi saat ini berusia 46 tahun. Baginya pengalaman merantau telah membentuk mentalnya.
Ia mengaku, kesulitannya berjualan buah adalah ketika tidak laku. Akibatnya, buah membusuk.
"Kalau busuk otomatis kita juga rugi," terangnya.
Yasi memesan buah dari pedagang lain. Buah dipesan dari petani di Sulawesi Selatan.
"Mereka bawa ke sini, lalu tinggal kita bayar," tuturnya.
Harga buah dijual Yusi dimulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Buah yang disediakan seperti semangka, nangka, mangga, lemon, nenas, jeruk, pepaya, apel, buah naga, salak, hingga alpokat.
Yasi menambahkan, dirinya berharap mendapat bantuan dari pemerintah.
"Ya harapan saya semoga pemerintah bisa lebih perhatikan ke kami pedagang buah," pungkasnya.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya