Human Interest Story
Cerita Yasi Ismail, Warga Desa Kopi Gorontalo Berjualan Buah Sejak Usia 15 Tahun
Yasi Ismail, pedagang buah di depan Pido Kopi menceritakan perjalanan hidupnya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yasi-Ismail.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Yasi Ismail, pedagang buah di Jl Arif Rahman Hakim menceritakan perjalanan hidupnya.
Warga Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, ini menjual buah langsung dikirim dari Provinsi Sulawesi Selatan.
"Sebagian memang dari Sulawesi Tengah," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com pada Senin (12/8/2024).
Ia mengatakan, awalnya dirinya berjualan di mobil sudah lebih dua tahun. Sebelum akhirnya memutuskan mangkal.
"Kalau ini cuma sewa tempat. Alhamdulillah tidak mahal, hanya 750 ribu per bulan," ucapnya.
Saat berjualan, Yasi ditemani keponakannya, Jefri Ismail.
Keduanya mulai jualan dari jam 8.00 Wita hingga 22.30 Wita.
Yasi mengaku menjual buah dari usia 15 Tahun dan merantau ke Kotamobagu Sulawesi Utara.
Kala itu, Yasi berjualan buah menggunakan gerobak di area pasar Serasi, Kotamobagu.
"Dulu sewa gerobak 350 perak, selama setahun saya di sana," terangnya.
Baca juga: Cerita Jefri Mifta Yunus, ASN Gorontalo Pengelola Objek Wisata Bumi Cerah Bulotalangi
Setelah itu, Yasi merantau lagi ke Manado Sulawesi Utara.
Yasi juga sempat menginjakan kakinya di Pulau Maluku seperti di Ternate, Tobelo.
"Saya juga sudah pernah ke Sulawesi Selatan, dan jualan buah-buah," katanya.
Selain buah-buahan, ia juga menjual kembang api per tahun.
"Saya biasa jualan kembang api di Kotamobagu, Sulawesi Utara," ungkap Yasi.