Anak Keracunan Makanan

7 Korban Keracunan Makanan di Kota Gorontalo Kini Sudah Kembali ke Rumah Masing-masing

Korban keracunan makanan kini telah dipulangkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otanaha Kota Gorontalo.

Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Fernandes
Kepala Seksi IGD dan Rawat Inap RSUD Otanaha, dr Sofyan Adam 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Korban keracunan makanan kini telah dipulangkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otanaha Kota Gorontalo.

Kepala Seksi IGD dan Rawat Inap RSUD Otanaha, dr Sofyan Adam, mengungkapkan kondisi para korban sudah pulih.

Para korban dijemput keluarganya pada Rabu  dan Kamis, 7-8 August 2024.

"Kemarin mereka sudah pulang semua mulai hari Rabu. Terakhir dua orang di hari Kamis," kata Sofyan kepada TribunGorontalo.com, Jumat (9/8/2024). 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa korban diberi obat.

"Jadi dari IGD ke ruang rawat inap kondisinya sudah membaik semua. Karena pulihnya juga cepat," tambahnya.

Hingga kini pihak RSUD Otanaha masih menunggu hasil uji lab dari Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

"Hasilnya belum ada, dan kami belum mendapatkan hasilnya dari pihak Dinas Kesehatan," tandasnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Gorontalo mengambil sampel makanan dan air yang dikonsumsi para korban.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Dinkes Kota Gorontalo, Harson Ahudulu, menjelaskan hasil uji lab baru bisa diketahui sekitar delapan hari.

Artinya, hasil uji laboratorium seharusnya keluar pada Selasa (13/8/2024).

"Kalau proses pengujian memerlukan waktu delapan hari dan sampel diambil pada Selasa kemarin, maka hasilnya diperkirakan akan keluar pada Selasa depan," kata Harson saat dihubungi TribunGorontalo.com pada Kamis (8/8/2024).

Harson menambahkan, bahwa proses pengujian melibatkan inkubasi untuk mengembangkan bakteri dari sampel yang diambil.

Penelitian mendalam akan dilakukan untuk mengidentifikasi jenis makanan yang menyebabkan keracunan.

"Kami tidak langsung menyimpulkan satu jenis makanan sebagai penyebabnya. Kami harus melihat perkembangan bakteri untuk menentukan pemicunya," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved