Berita Bone Bolango

Warga Sebut Jalan Utama Desa Kopi Bone Bolango Gorontalo Bagai Kubangan Kerbau

Padahal jalan ini adalah satu-satunya akses penting bagi warga,  terutama karena menghubungkan Bulango Ulu dengan Kecamatan Tapa dan Kota Gorontalo.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Jalan di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo bak kubangan kerbau saat musim hujan, Rabu (7/8/2034). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango — Jalan utama di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, disebut seperti kubangan kerbau setiap kali musim hujan tiba. 

Padahal jalan ini adalah satu-satunya akses penting bagi warga,  terutama karena menghubungkan Bulango Ulu dengan Kecamatan Tapa dan Kota Gorontalo.

Namun, kerusakan parah di jalan pertigaan Desa Kopi menjadi sumber keluhan serius bagi warga setempat.

Jalan yang seharusnya menjadi penghubung utama kini rawan kecelakaan, terutama ketika hujan deras memperburuk kondisinya.

Hal ini diperparah oleh lalu lintas berat dari mobil-mobil besar yang keluar masuk dari proyek pembangunan bendungan raksasa di Bulango Ulu.

Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Kopi, Robin Supu, sangat menyesalkan kurangnya perhatian dari pemerintah terkait kondisi jalan tersebut.

 Ia mengungkapkan kekesalan karena perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek bendungan, yang melibatkan sekitar lima perusahaan, belum melakukan perbaikan jalan yang rusak parah ini.

"Jalan ini sangat rawan kecelakaan, terutama di musim hujan. Ditambah lagi dengan mobil-mobil besar yang sering lewat, kondisi jalan semakin memburuk," ujar Robin kepada TribunGorontalo.com, Rabu (7/8/2024).

Robin menambahkan bahwa intensitas volume kendaraan meningkat drastis hingga malam hari.

 Ia juga mengajukan usulan untuk menambah penerangan di beberapa bagian jalan, termasuk sepanjang jalan menuju Jembatan Irigasi Lomaya, yang saat ini hanya memiliki tiga lampu jalan.

"Kami butuh penerangan lebih banyak di jalan ini, terutama karena mobil-mobil besar masih banyak yang lewat pada malam hari. Selain itu, banyak batu kerikil yang bertebaran dan jalan berlubang yang sangat berbahaya," terang Robin.

Keluhan juga datang dari warga lain, seperti Stenly Dhani, yang meminta agar mobil-mobil proyek yang melewati jalan pemukiman, terutama yang berlubang, melaju dengan kecepatan lebih pelan.

Ia juga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak akibat kendaraan berat dan meminta perusahaan untuk memperbaiki jalan yang sering dilalui mobil proyek.

"Jalan ini sering dilalui mobil besar, dan akibatnya jalan yang sudah rusak semakin parah. Bahkan jalan yang masih bagus juga ikut rusak," ungkap Stenly.

Kepala Dusun II Desa Kopi, Parman Giu, juga memberikan pandangannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved