Rabu, 4 Maret 2026

Kecanduan Kopi hingga Minum 15 Gelas Per Hari, Mekanik Bengkel Ini Harus Rutin Cuci Darah

Saat ditemui, Toro tengah sibuk memperbaiki Honda Suprafit hitam keluaran pertama yang mengalami kerusakan pada per kick starter.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kecanduan Kopi hingga Minum 15 Gelas Per Hari, Mekanik Bengkel Ini Harus Rutin Cuci Darah
freePic
Seorang mekanik rutin cuci darah gara-gara minum belasan kopi sehari. 

Semua ini bermula dari masalah pada kedua ginjalnya. Toro merasakan gejala tidak nyaman, seperti tubuh terasa berat, lemas, dan sesak nafas saat bangun pagi enam tahun lalu.

Setelah memeriksakan diri, kadar kreatinin dalam urinenya ditemukan mencapai 16,7 miligram per desiliter (mg/dL), jauh di atas kadar normal yang berkisar antara 0,6-1,2 mg/dL untuk pria dewasa dan 0,5-1,1 mg/dL untuk wanita dewasa.

Kreatinin adalah produk limbah metabolisme tubuh yang seharusnya disaring oleh ginjal untuk menjaga kadar normalnya.

Kadar kreatinin yang tinggi menunjukkan adanya gangguan atau kerusakan fungsi ginjal.

"Dokter mengatakan ada kista di ginjal saya," tutur Toro.

Tanpa hemodialisis, Toro mengalami sesak nafas dan lemas karena darahnya penuh limbah. Setelah berpikir selama seminggu, ia memutuskan untuk memulai cuci darah.

"Banyak teman-teman mancing yang membantu, baik dari segi uang maupun dalam proses pengajuan BPJS. Sekarang kondisinya lebih baik, tinggal kita jalani hidup ini dengan penuh semangat," ujar Toro.

Dokter juga menjelaskan bahwa pola hidup Toro di masa lalu berkontribusi pada kerusakan ginjalnya.

Toro, yang dulu tenggelam dalam pekerjaannya, mengonsumsi kopi sebanyak 12-15 saset per hari, merokok, dan sering lupa makan serta minum air putih.

"Dulu saya bisa bekerja sampai pukul 02.00 WIB pagi, hanya tenggelam di mesin, kopi, dan rokok," kenangnya.

Gejala sakit pinggang yang muncul setiap dua minggu mulai tidak bisa reda dengan obat. Tubuh Toro menunjukkan pembengkakan di beberapa bagian.

"Ingatlah untuk menyayangi ginjal kalian," pesannya.

Meskipun begitu, Toro tetap melanjutkan pekerjaannya dengan penuh semangat.

Ia bekerja keras demi menghidupi istri, anak-anaknya, dan cucunya. Kini, ia membatasi konsumsi kopi menjadi tiga kali sehari dan mengurangi rokok secara signifikan.

Toro menutup bengkelnya lebih awal pada pukul 16.00 WIB untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved