Banjir Gorontalo
Warga Desa Tabumela Mulai Kembali ke Rumah Setelah Banjir Luapan Danau Limboto Gorontalo
Langkah ini merupakan bagian dari proses pemulihan setelah banjir besar yang disebabkan oleh luapan Danau Limboto pada 11 Juli 2024.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-warga-Selasa-682024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Setelah lebih dari tiga minggu berada di posko pengungsian, masyarakat Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (6/8/2024).
Langkah ini merupakan bagian dari proses pemulihan setelah banjir besar yang disebabkan oleh luapan Danau Limboto pada 11 Juli 2024.
Salah satu warga, Nurhayati Puyo, mengungkapkan perasaannya saat kembali ke rumah.
"Mungkin saya pengungsi terakhir di pintu lima," ucap Nurhayati, yang terpaksa mengungsi bersama ratusan warga lainnya saat banjir melanda.
Baca juga: Disnakertrans Pohuwato Gorontalo Minta Pekerja Laporkan Perusahaan Tidak Penuhi Hak Karyawan
Saat banjir, air menggenangi rumahnya hingga hampir setinggi atap, membuatnya tidak dapat menyelamatkan barang-barang berharga.
Nurhayati, yang tinggal bersama suami dan enam anaknya tidak jauh dari kawasan Danau Limboto, menceritakan bagaimana mereka harus melarikan diri dengan cepat.
"Saat banjir, saya dan keluarga langsung lari," tambahnya dengan nada penuh kesedihan.
Menurut pantauan TribunGorontalo.com, air di Desa Tabumela mulai surut.
"Hari ini air sudah turun, ini tinggal sisa-sisa air yang tadi malam," ujar Nurhayati sambil menyapu sisa-sisa kotoran di halaman rumahnya.
Baca juga: PPK Telaga Selesaikan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pilkada Gorontalo 2024, Total 17.674 DPHP
Di tempat terpisah, Camat Tilango, Gery Mustapa, memberikan update terkini mengenai situasi di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa kondisi posko pengungsian mulai sepi karena para pengungsi telah kembali ke rumah mereka.
"Total ada delapan desa yang terdampak, dan kini tinggal tiga desa yang masih sedikit tergenang, yaitu Desa Tabumela, Ilotide, dan Tilote," jelas Gery.
Gery juga menambahkan bahwa upaya terakhir yang dilakukan adalah pembersihan lingkungan dari sisa-sisa material banjir.
"Kami fokus pada pembersihan area yang masih tersisa material banjir untuk memastikan lingkungan kembali bersih dan aman," tutupnya.(*)