Human Interest Story
Dona Lasena Ciptakan Tren Aksesori DIY dari Kamar Tidur ke Pasar Gorontalo
Pada tahun 2021, saat tren aksesori DIY sedang meledak di media sosial, Dona merasa terpanggil untuk mencoba membuat sendiri di rumah setelah menghada
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dona-Lasena-Pemilik-Bisnis-Aksesori-DIY-Nickby-Dns.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dona Lasena (24) memulai bisnis aksesori Do It Yourself (DIY) di tengah masa selesaikan perkuliahannya.
Pada tahun 2021, saat tren aksesori DIY sedang meledak di media sosial, Dona merasa terpanggil untuk mencoba membuat sendiri di rumah setelah menghadapi biaya ongkir yang tinggi untuk membeli produk dari luar daerah.
"Dulu itu merasa beli ongkir gratis barang, karena harganya engga sampai sepuluh ribu, ongkirnya udah berapa," kata Dona sambil tersenyum ketika ditemui TribunGorontalo.com, Senin (5/7/2024).
Dona memulai perjalanannya dengan tekad dan kreativitas, menjadikan dirinya sebagai perintis aksesori DIY di Gorontalo. Ia menyadari bahwa untuk menarik perhatian anak muda, harga aksesori yang ditawarkan harus ramah di kantong.
Maka dari itu, Dona memutuskan untuk menjual cincin dengan harga Rp 3 ribu per buah, gelang mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 22 ribu, serta kalung dengan rentang harga Rp 12 ribu sampai Rp 35 ribu.
Ada pula straphone yang harganya bervariasi dari Rp 8 ribu sampai Rp 35 ribu.
Harga-harga tersebut disesuaikan dengan kesulitan dan bahan-bahan yang digunakan.
Disesuaikan dong harganya. Kalau yang buatnya gampang, paling cuman tiga ribu kaya cincin. Kalau sulit dan bahannya langka, harga tentu harus sesuai," katanya.
Durasi pembuatan aksesori bervariasi, mulai dari satu menit hingga lima belas menit untuk satu item.
Sebagian besar bahan baku Dona peroleh dari marketplace, dan tak jarang pula ia harus mengimpor bahan dari negara Tiongkok.
Meski demikian, bisnis ini masih dijalankannya bersama sahabatnya di waktu luang, karena Dona juga bekerja sebagai petugas marketing di perusahaan swasta di Kota Gorontalo.
Dari usaha ini, Dona mampu meraih keuntungan yang bervariasi antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung dari lokasi dan acara di mana ia berjualan.
Selain menghadiri berbagai acara di Gorontalo, Dona juga memasarkan produk melalui media sosial.
Ia bahkan menerima pesanan dalam jumlah besar untuk dijadikan souvenir atau hadiah.
Untuk pemesanan, masyarakat dapat menghubungi Dona melalui Instagram @nickby_dns atau WhatsApp di nomor 083129747024.
Dona mengungkapkan harapannya, “Saya cita-citanya punya toko aksesoris sendiri, jadi karyanya bisa dipajang. Semoga suatu saat ya."
Dengan semangat dan dedikasi, Dona Lasena terus mengembangkan bisnis aksesori DIY-nya, berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mewujudkan impian besarnya di masa depan.(*)
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|