Paskibraka Gorontalo

Calon Paskibraka Boalemo Gorontalo Berlatih Formasi hingga Pendidikan Tata Krama

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Boalemo mulai berlatih formasi pada Senin (5/8/2024).

Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Nawir
Calon Paskibraka Boalemo berlatih formasi menjelang HUT ke-79 RI di Kabupaten Boalemo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Boalemo mulai berlatih formasi pada Senin (5/8/2024).

Para pembawa baki, pasukan 17, hingga pasukan 8 dilatih langsung Purna Paskibraka hingga anggota TNI/Polri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Rahmat Due, pelatih para calon paskibraka Boalemo.

"Pendidikan dan pelatihan bagi para calon paskibraka sudah memasuki hari ke 14, dan sudah memasuki tahapan pengenalan formasi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (5/8/2024).

Diketahui sebelumnya, para pasukan Paskibraka berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) di sekitaran hotel dan Lapangan Mekar Modelomo.

"Alhamdulillah progres hingga sekarang dari para anak-anak sudah mulai baik. Dari segi barisan dan juga ketegasan juga sudah berkembang jauh dari hari pertama," ujar Rahmat.

Pelatih PBB, Alirman Yusuf, menyebut para peserta mendapat pendidikan tata krama hingga penguatan mental seperti renungan diri dan ibadah.

"Ada pula pemberian materi pembelajaran seperti dari TNI/Polri dan juga yang lainnya, agar selain anak didik mendapatkan latihan fisik, mereka juga dapatkan ilmu dari beberapa orang hebat, untuk dijadikan motivasi," lanjutnya.

Sampai saat ini, para pelatih belum menentukan para petugas pembawa baki hingga tim penurunan bendera.

"Semua anak didik tentu bisa mendapatkan hak untuk mendapatkan tempat inti sebagai pembawa baki, hingga pengibar, dan tentu semuanya harus dalam penilaian kami," tambahnya.

"Biasanya penetapan akan diumumkan pada dua hari sebelum 17 Agustus," tutur Alirman.

Baca juga: Daftar Nama 76 Calon Paskibraka di IKN, Siapa Perwakilan Gorontalo?

Sementara itu, Marzunaid Alwi, pelatih Paskibraka Boalemo, mengatakan pelatihan bukan sekadar mengibarkan bendera.

"Tapi mereka diajarkan norma, adab dan sikap yang baik, sehingga fisik dan mental mereka dapat diasah," 

"Selain itu, banyak juga hal yang menyenangkan di paskibraka, seperti yel-yel dan bermain bersama yang tentunya bukan semuanya tentang fisik," ujarnya.

Marzunaid menegaskan, para peserta didik tak perlu takut menjadi anggota Paskibraka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved