Human Interest Story
Cerita Risna, Pedagang Es Kelapa Muda Pertama di Taman Keren Moodu yang Niat Berangkat Haji
Setiap hari, bersama suaminya, Risna berjualan di tempat itu, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Risna-Tania-pedagang-es-kelapa-muda-di-samping-Taman-Keren-Moodu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di sudut Jalan Profesor DR. H.Aloei Saboe, tepat di samping "Taman Keren" Moodu, ada seorang wanita yang menyambut pelanggan dengan senyum hangat dan ajakan yang ramah, "Mari pak, silakan, mau minum di sini?"
Dia adalah Risna Tania, seorang wanita berusia 47 tahun yang telah menggantungkan hidupnya dari menjual es kelapa muda.
Setiap hari, bersama suaminya, Risna berjualan di tempat itu, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Baca juga: Ternyata Seluruh Sapi di Gorontalo Dilengkapi Barcode Berisi Data Kelahiran
Harga satu gelas es kelapa muda yang dijual Risna sangat terjangkau, hanya Rp 5000.
Meskipun pendapatannya tidak selalu besar, ia tetap bersyukur.
"Satu hari itu, adakalanya bisa dapat Rp 200 ribu," ucapnya.
Risna mengingat kembali awal mula ia berjualan di tempat tersebut.
Sekitar delapan tahun yang lalu, pada tahun 2016, tempat itu tidak seramai sekarang. Hanya ada dia dan seorang teman yang berjualan.
Dari pagi pukul 10.00 WITA, ia sudah mulai membuka lapaknya.
Baca juga: Harga Ikan di Pasar Tradisional Marisa Gorontalo Melonjak Tajam, Konsumen Terbebani
Pernah suatu kali, tepat sehari setelah Lebaran Idul Fitri, pendapatannya menembus Rp 1 juta dalam satu hari.
"Pernah dapat Rp 1 juta per satu hari," kenangnya dengan bahagia.
Kegembiraan itu menumbuhkan niat mulia di hati Risna.
"Kalau hari-hari dapat Rp 1 juta, saya ingin pergi naik haji," ujarnya sambil tersenyum.
Namun, seiring berjalannya waktu, pedagang lain mulai berdatangan dan berjualan di tempat yang sama.
Kini, sepanjang samping taman tersebut, banyak pedagang berbaris rapi dengan berbagai jualannya.
Risna tidak lagi berjualan hanya berdua dengan temannya, karena kini ada setidaknya delapan pedagang es kelapa muda lainnya yang ikut meramaikan.
Baca juga: Nama 44 Atlet Kota Gorontalo Ikut PON 2024 di Sumatera Utara, Ini Daftarnya Lengkap dengan Cabor
"Jelang beberapa hari setelah banyak yang tahu saya jualan di sini dan diserbu oleh pembeli, sejak itu penjual lain mulai ikut menjual di sini," cerita Risna sambil tersenyum bahagia.
Meskipun persaingan semakin ketat, Risna tetap optimis dan terus bekerja keras.
Dengan dukungan suaminya, ia berharap bisa mengumpulkan cukup uang untuk mewujudkan impiannya berangkat haji.
Perjuangan Risna adalah cerminan semangat dan ketekunan dalam meraih cita-cita, meski dimulai dari usaha kecil yang sederhana. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.