Human Interest Story
Manusia Silver Itu Bernama Ibu Ita, Melawan Penyakit Dalam Demi Nafkahi Tiga Orang Anak
Ada pula yang sembari merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar uang, dimasukan dalam sebuah kantong plastik silver yang di genggam Ita.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ita-seorang-manusia-silver-asal-Makassar.jpg)
Laporan Faisal Husuna, Reporter TribunGorontalo.com
TRIBUNGORONTALO.COM -- Simpang empat kawasan HB Jassin Gorontalo, menjadi saksi, bagaimana perjuangan Ita, (37) seorang ibu, sekaligus tulang punggung keluarga dari tiga orang anak.
Senin hingga Sabtu, Ia tiba pukul 11.00 siang, bertaruh melawan teriknya panas matahari.
Ia tetap tegak berdiri, menyapa pengendara yang tengah berhenti, saat lampu merah.
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Ketum Perindo, Sang Putri Ditunjuk Pengganti
Saat menghampiri pengendara satu persatu, ia melambaikan tangan.
Memberi senyuman, bertutur sapa.
“Selamat sampai tujuan pak, ibu, hati-hati di jalan," kata Ita kepada pengendara, Rabu (31/7/2024).
Ada yang membalasnya dengan lambaian tangan, ada yang membalasnya dengan senyuman.
Ada pula yang sembari merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar uang, dimasukan dalam sebuah kantong plastik silver yang di genggam Ita.
“Alhamdulillah orang-orang di Gorontalo baik-baik. Orang – orang di sini sangat baik, pemerintahannya, Satpol PP nya, mereka imbau yang penting tertib, tidak mengganggu mengganggu,” kata Ita.
Matanya yang mulai memerah, Ita bilang, bukan tanpa alasan ia menempuh jadi manusia silver ini.
Selain demi keberlangsungan hidupnya sehari-hari, ia diperhadapkan dengan tiga orang anak yang sangat ia cintai.
Baca juga: Mudah dan Aman, Belanja Online Lebih Praktis dengan AgenBRILink
Apalagi, dua di antaranya tengah duduk dibangku sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.
Salah satunya, masih berusia 4 tahun, dan tak lama juga akan ia sekolahkan kalau sudah cukup umur.
Ia mengakui, bahwa yang ia jalani ini sangat berat dan berisiko.
Ia merasa khawatir akan terjadi sesuatu pada kulitnya yang kerap kali di cat itu.
“Berat ya berat, cuman harus semangat karena, ada anak saya yang harus dinafkahi, kadang juga capek,” kata Ita
Meski merasa bersyukur, setidaknya dalam tiga bulan terakhir, selama menjadi manusia silver, kulitnya masih baik – baik saja.
“Alhamdulillah belum ada saya mengalami gatal-gatal di kulit, Alhamdulillah kulit saya tidak apa-apa,” ucapnya.
Baca juga: Mudah dan Aman, Belanja Online Lebih Praktis dengan AgenBRILink
Namun, meski telah menjadi manusia silver, ia juga sama seperti layaknya manusia biasa, Ita menuturkan pernah jatuh sakit, dan berobat selama tiga bulan.
“Pernah saya jatuh sakit, itu pun karena penyakit dalam, infeksi radang tenggorokan,” tuturnya.
Itu pun kata Ita, dalam keadaan sakit, ia masih terus mencari nafkah menjadi manusia silver, demi anak – anaknya.
Hampir tiga bulan lamanya, ia menanggung sakit, sembari terus berdiri di bawah terik panas matahari di simpang empat kawasan Mcdonald’s HB Jassin Gorontalo itu.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat, saya akan terus berusaha, dan semangat,” ujarnya.
Mendengar itu, saya berhenti bertanya, dan hanya bisa menatap para pengendara yang tengah berhenti saat lampu merah.
Lalu, Ita langsung bilang, “Insya Allah bulan (Agustus) ini, saya mau balik ke Makassar, menjenguk anak saya yang sekolah di sana, juga mau buka usaha,” ucapnya. (*)
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.