Sabtu, 14 Maret 2026

Human Interest Story

Manusia Silver Itu Bernama Ibu Ita, Melawan Penyakit Dalam Demi Nafkahi Tiga Orang Anak

Ada pula yang sembari merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar uang, dimasukan dalam sebuah kantong plastik silver yang di genggam Ita.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Manusia Silver Itu Bernama Ibu Ita, Melawan Penyakit Dalam Demi Nafkahi Tiga Orang Anak
Getty
Ita, seorang manusia silver asal Makassar. 

Laporan Faisal Husuna, Reporter TribunGorontalo.com

TRIBUNGORONTALO.COM -- Simpang empat kawasan HB Jassin Gorontalo, menjadi saksi, bagaimana perjuangan Ita, (37) seorang ibu, sekaligus tulang punggung keluarga dari tiga orang anak.

Senin hingga Sabtu, Ia tiba pukul 11.00 siang, bertaruh melawan teriknya panas matahari.

Ia tetap tegak berdiri, menyapa pengendara yang tengah berhenti, saat lampu merah.

Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Ketum Perindo, Sang Putri Ditunjuk Pengganti

Saat menghampiri pengendara satu persatu, ia melambaikan tangan.

Memberi senyuman, bertutur sapa.

“Selamat sampai tujuan pak, ibu, hati-hati di jalan," kata Ita kepada pengendara, Rabu (31/7/2024). 

Ada yang membalasnya dengan lambaian tangan, ada yang membalasnya dengan senyuman.

Ada pula yang sembari merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar uang, dimasukan dalam sebuah kantong plastik silver yang di genggam Ita.

“Alhamdulillah orang-orang di Gorontalo baik-baik. Orang – orang di sini sangat baik, pemerintahannya, Satpol PP nya, mereka imbau yang penting tertib, tidak mengganggu mengganggu,” kata Ita.

Matanya yang mulai memerah, Ita bilang, bukan tanpa alasan ia menempuh jadi manusia silver ini.

Selain demi keberlangsungan hidupnya sehari-hari, ia diperhadapkan dengan tiga orang anak yang sangat ia cintai.

Baca juga: Mudah dan Aman, Belanja Online Lebih Praktis dengan AgenBRILink

Apalagi, dua di antaranya tengah duduk dibangku sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.

Salah satunya, masih berusia 4 tahun, dan tak lama juga akan ia sekolahkan kalau sudah cukup umur.

Ia mengakui, bahwa yang ia jalani ini sangat berat dan berisiko.

Ia merasa khawatir akan terjadi sesuatu pada kulitnya yang kerap kali di cat itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved