Human Interest Story
Cerita Nartin Ismail, Rela Tempuh 22 Km dari Isimu demi Jualan Nasi Bulu di Kota Gorontalo
Nartin Ismail (33), warga Kelurahan Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo setiap hari berjualan nasi bulu di Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nartin-Ismail.jpg)
"Suami tanya kalau saya tidak malu? Terus saya bilang buat apa malu yang penting saya tidak mencuri," ucapnya.
"Selesai dari situ saya coba mencari tempat dan alhamdulillah ketemu di tempat yang ramai begini," lanjut Nartin.
Nartin meminjam kursi dan meja dari pedagang lain.
"Yang punya ini meja kursi jualan nanti malam, jadi paginya saya pinjam dulu. Alhamdulillah dia tidak minta bayar," jelasnya.
Nartin pun menjual nasi bulu utuh seharga harga Rp 40 ribu. Per potong dijual Rp2 ribu. Adapun sate daging sapi dijual Rp2.500 per tusuk.
Dari penjualannya itu, kata Nartin, dirinya kerap mendapatkan hasil sebanyak Rp300 ribu.
Namun itu hanyalah penghasilan kotor jualan Nartin seharian.
"Itu harus dikurangi uang transport, belum beras, daging sapi setengah kilogram. Cabai Rp10 ribu, serta kacang," imbuhnya.
Sehingga menurut Nartin, penghasilan bersih miliknya hanya sebesar Rp100 ribu per hari.
"Yang penting ada buat makan sama buat anak-anak," tandasnya.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya