Human Interest Story
Cerita Nartin Ismail, Rela Tempuh 22 Km dari Isimu demi Jualan Nasi Bulu di Kota Gorontalo
Nartin Ismail (33), warga Kelurahan Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo setiap hari berjualan nasi bulu di Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nartin-Ismail.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nartin Ismail (33), warga Kelurahan Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo setiap hari berjualan nasi bulu di Kota Gorontalo.
Nasi bulu itu dijual bersama lauk sate daging.
Walaupun baru seminggu berjualan, Nartin mengaku dagangannya selalu laku habis.
Nartin berjualan di ruas Jalan HB Jassin, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
"Ramai di sini, jadi saya ke sini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/7/2024).
Setiap harinya, Nartin bangun mulai sekira pukul 00.00 WITA. Ia bisa terjaga hingga dini hari untuk membuat nasi bulu dan lauk.
Tak hanya sampai di situ, Nartin pun menyisihkan waktu pagi hari untuk mempersiapkan perlengkapan sekolah anak-anaknya.
"Jam 6 pagi saya berangkat, sampai di sini jam 7 pagi," lanjutnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Lapak Pedagang di Wisata Pohon Cinta Gorontalo Hangus Terbakar, Pemilik Syok
Nartin pun harus berjualan hingga sore hari sekira pukul 17.00 Wita atau sampai dagangannya laku terjual.
Ia biasanya tidur pada pukul 21.00 Wita. Tidurnya pun singkat. Karena pukul 00.00 Wita arus bangun lagi pada pukul 00.00 Wita untuk mempersiapkan dagangannya.
Rutinitas ini dijalani Nartin untuk membantu perrkonomian keluarganya.
Suami Nartin hanyalah buruh tani. Sementara Nartin memiliki dua anak yang masih sekolah.
Nartin rela berjualan 22 kilometer setiap hari demi menjual nasi bulu.
"Naik angkutan saya, per hari saya bayar Rp 40 ribu pulang balik," beber Nartin.
Nartin berjualan ini juga merupakan kehendak sendiri dan suaminya mendukung kegiatan yang dilakukan Nartin.