Minggu, 22 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Nartin Ismail, Rela Tempuh 22 Km dari Isimu demi Jualan Nasi Bulu di Kota Gorontalo

Nartin Ismail (33), warga Kelurahan Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo setiap hari berjualan nasi bulu di Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Nartin Ismail, Rela Tempuh 22 Km dari Isimu demi Jualan Nasi Bulu di Kota Gorontalo
TribunGorontalo.com/Prailla
Nartin Ismail, penjual nasi bulu di Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nartin Ismail (33), warga Kelurahan Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo setiap hari berjualan nasi bulu di Kota Gorontalo.

Nasi bulu itu dijual bersama lauk sate daging.

Walaupun baru seminggu berjualan, Nartin mengaku dagangannya selalu laku habis.

Nartin berjualan di ruas Jalan HB Jassin, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

"Ramai di sini, jadi saya ke sini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/7/2024).

Setiap harinya, Nartin bangun mulai sekira pukul 00.00 WITA. Ia bisa terjaga hingga dini hari untuk membuat nasi bulu dan lauk.

Tak hanya sampai di situ, Nartin pun menyisihkan waktu pagi hari untuk mempersiapkan perlengkapan sekolah anak-anaknya. 

"Jam 6 pagi saya berangkat, sampai di sini jam 7 pagi," lanjutnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Lapak Pedagang di Wisata Pohon Cinta Gorontalo Hangus Terbakar, Pemilik Syok

Nartin pun harus berjualan hingga sore hari sekira pukul 17.00 Wita atau sampai dagangannya laku terjual.

Ia biasanya tidur pada pukul 21.00 Wita. Tidurnya pun singkat. Karena pukul 00.00 Wita arus bangun lagi pada pukul 00.00 Wita untuk mempersiapkan dagangannya.

Rutinitas ini dijalani Nartin untuk membantu perrkonomian keluarganya.

Suami Nartin hanyalah buruh tani. Sementara Nartin memiliki dua anak yang masih sekolah.

Nartin rela berjualan 22 kilometer setiap hari demi menjual nasi bulu.

"Naik angkutan saya, per hari saya bayar Rp 40 ribu pulang balik," beber Nartin.

Nartin berjualan ini juga merupakan kehendak sendiri dan suaminya mendukung kegiatan yang dilakukan Nartin.

"Suami tanya kalau saya tidak malu? Terus saya bilang buat apa malu yang penting saya tidak mencuri," ucapnya.

"Selesai dari situ saya coba mencari tempat dan alhamdulillah ketemu di tempat yang ramai begini," lanjut Nartin.

Nartin meminjam kursi dan meja dari pedagang lain.

"Yang punya ini meja kursi jualan nanti malam, jadi paginya saya pinjam dulu. Alhamdulillah dia tidak minta bayar," jelasnya.

Nartin pun menjual nasi bulu utuh seharga harga Rp 40 ribu. Per potong dijual Rp2 ribu. Adapun sate daging sapi dijual Rp2.500 per tusuk.

Dari penjualannya itu, kata Nartin, dirinya kerap mendapatkan hasil sebanyak Rp300 ribu.

Namun itu hanyalah penghasilan kotor jualan Nartin seharian.

"Itu harus dikurangi uang transport, belum beras, daging sapi setengah kilogram. Cabai Rp10 ribu, serta kacang," imbuhnya.

Sehingga menurut Nartin, penghasilan bersih miliknya hanya sebesar Rp100 ribu per hari.

"Yang penting ada buat makan sama buat anak-anak," tandasnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved