Banjir di Kota Gorontalo
Banjir Masih Menggenang di Kelurahan Siendeng dan Biawu Kota Gorontalo
Banjir masih menggenang di Kelurahan Siendeng dan Biawu Kota Gorontalo, ProvinsiGorongtalo. pada Sabtu (13/7/2024) malam.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-di-Kota-Gorongtalo-98888777.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Banjir masih menggenang di Kelurahan Siendeng dan Biawu Kota Gorontalo, ProvinsiGorongtalo. pada Sabtu (13/7/2024) malam.
Diketahui, Kecamatan Kota Selatan merupakan salah satu wilayah paling terdampak banjir di Kota Gorontalo yang terjadi sejak Rabu malam
Kelurahan terparah di Kecamatan tersebut, yakni Kelurahan Siendeng dan Kelurahan Biawu.
Pantauan TribunGorontalo.com, air di Kelurahan Siendeng sudah surut hingga mencapai mata kaki orang dewasa, Sabtu (13/7/2024) malam.
Dua hari sebelumnya, yakni pada Kamis (11/7/2024) malam, tinggi air mencapai pinggang hingga leher orang dewasa.
Bahkan, arus air pada Kamis malam itu, sangat kencang. Sejumlah perahu baik dari tim SAR, PUPR, BPBD, dan instansi terkait lainnya, mengalami kesulitan dalam proses evakuasi.
"Syukur hari ini, di Kelurahan Siendeng air sudah sangat surut, mencapai mata kaki orang dewasa," ucap Haikal (36), kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (13/7/2024) malam.
Haikal sebetulnya adalah warga Biawu. Pada saat itu, ia tengah menggalang dana di perbatasan Kelurahan Siendeng dan Kelurahan Biawu, bersama sejumlah kawannya.
Ia menyampaikan bahwa untuk Kelurahan Biawu sendiri, genangan air masih cukup tinggi.
Hanya sedikit terlihat ada perubahan dibandingkan kondisi sebelumnya.
"Kalau di Kelurahan Biawu, air masih setinggi paha hingga pinggang orang dewasa. Begitu juga di Kelurahan Biawao," jelas Haikal kepasa TribunGorontalo.com, pada waktu yang sama.
Haikal menyampaikan bahwa sudah ada kunjungan dari pihak Pemerintah Kota Gorontalo di titik banjir dua Kelurahan ini.
"Tadi sudah sempat ada kunjungan dari PJ Wali Kota, ia memantau di Kelurahan Siendeng, Biawu, bahkan juga Biawao. Ia pun turut melihat situasi posko pengungsian," terang Haikal.
Adapun situasi lalu lintas di titik perbatasan dua keluarahan tersebut sudah mulai ramai, pada Sabtu (13/7) malam.
"Hari ini, jumlah kendaraan mulai meningkat melintas di Kawasan ini mulai pukul 3 sore tadi," tutur Ibrahim Daud, warga setempat.
Ibrahim Daud tampak sibuk membantu mengarahkan kendaraan yang melintas di titik tersebut.
"Lewat di bagian tengah jalan, kalau lewat pinggir, nanti bisa mogok, karena air lebih tinggi di tepian jalan," teriak Ibrahim kepada setiap pengendara yang melintas. (*)
| BWS Sulawesi II Gorontalo Izinkan Warga Jebol Tanggul, Janji Kirim Alat Besar di Kelurahan Dembe |
|
|---|
| Muak 7 Bulan Rumah Tergenang Banjir, Warga Dembe Kota Gorontalo Nekat Jebol Tanggul Danau Limboto |
|
|---|
| 2 Bulan Pasutri Korban Banjir Ini Tinggal di Tenda, Hanya Bisa Pasrah Menunggu Bantuan Pemerintah |
|
|---|
| SDN 13 Kota Barat Gorontalo Masih Terendam Banjir, Libur Terpaksa Diperpanjang |
|
|---|
| BNPB Gelontorkan Dana Tanggulangi Darurat Bencana Provinsi Gorontalo Rp 2 Miliar |
|
|---|