Kamis, 19 Maret 2026

Longsor Tambang Emas Suwawa

Cerita Nandar Sunandar, 5 Hari Cari Jenazah Ayah di Lokasi Longsor Tambang Ilegal Gorontalo

Nandar Sunandar naik turun selama 5 hari di lokasi tanah longsor area pertambangan emas desa Tulabolo Timur Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bola

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Nandar Sunandar, 5 Hari Cari Jenazah Ayah di Lokasi Longsor Tambang Ilegal Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/RHENDI UMAR
Nandar Sunandar memakai jaket dan baju milik almarhum ayahnya. Dia 5 hari melakukan pencarian dia di lokasi tanah longsor area pertambangan emas desa Tulabolo Timur Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango,Provinsi Gorontalo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita Nandar Sunandar naik turun selama 5 hari di lokasi tanah longsor area pertambangan emas Desa Tulabolo Timur Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Dia mencari ayahnya Muhamaad Akuba di lokasi tambang tersebut

Meski menurutnya di lokasi longsor, hujan dan sangat berawan, namun dia berusaha agar jenazah ayahnya bisa ditemukan.

Selama proses pencarian jenazah, Nandar Sunandar hanya bermodalkan indra penciuman mencari bau parfum milik ayahnya.

Sempat satukali di lokasi pencarian, Nandar mencium bau parfum itu.

"Saya sempat mencium bau parfum ayah saya di lokasi dan saya sangat tau sekali itu ciri khas wanginya. Tidak pernah ganti parfum," jelasnya Kamis (11/7/2024)

Dia berusaha menggali secara manual di lokasi bau parfum ayahnya itu, namun jenazah tidak ditemukan.

"Torang gali lagi tidak ada, berikut lagi torang gali tidak ada. Jadi selama ini kami mencari berdasarkan bau," jelasnya

Air mata Nandar Sunandar pun menetes saat bercerita mengenang semasa ayahnya hidup.


Bahkan selama pencarian dia memakai pake baju dan jaket ayahnya saat ke lokasi.

"Saya pakai ini pak, selama ayah mencari ayah saya," jelasnya

Menurutnya sebelum meninggal, Almarhum tidak memberikan tanda-tanda apapun.

Hanya saja waktu hari raya kurban, dia sempat menangis saat memegang tangan ayahnya.

"Waktu saya salaman, saya keluarkan air mata. Saya juga tidak tau kenapa bisa seperti itu. Nanti itu. Sebelumnya saya tidak pernah mengalami seperti ini," jelasnya

Kata Nandar, ayahnya sudah 30 tahun lebih menjadi sebagai seorang penambang untuk menghidupi keluarganya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved