Longsor Tambang Emas Suwawa
Gorontalo Diprediksi Hujan Lebat hingga Jumat Besok, BMKG Sarankan Pengiriman Logistik Ditunda
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat terjadi pada Kamis (11/7/2024).
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-logistik-yang-siap-didistribusikan-ke-lokasi-tambang-emas-Suwawa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat terjadi pada Kamis (11/7/2024).
Hal itu berpotensi menghambat pengiriman logistik menuju lokasi longsor tambang Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Sebab dalam pengantaran logistik direncanakan melalui helikopter.
Jika cuaca tidak memadai, helikopter tidak dapat diterbangkan.
Jika memaksa, risikonya cukup tinggi.
Petugas Operasional BMKG, Supandi Nikolas mengatakan hujan lebat berlangsung hingga sore hari.
"Dari pagi sampai sore, berdasarkan pantauan kami hujan lebat sampai ekstrem," kata Supandi saat di Posko Induk Basarnas, Kamis (11/7/2024).
Ia menjelaskan helikopter dapat diterbangkan kembali saat cuaca sudah membaik.
Kondisi awan hitam menyelimuti kawasan posko utama di Desa Tulobalo Kecamatan Suwawa sejak pagi tadi.
Hujan lebat diperkirakan akan berlangsung hingga besok, Jumat (12/7/2024).
"Kita selalu perbarui dan melihat cuaca. Untuk saat ini belum memungkinkan (mengirim logistik)," tambahnya.
Kendati cuaca tidak bersahabat, basarnas telah menyiapkan pasokan logistik dekat landasan helikopter (helyped).
Saat ini beberapa tenaga bantuan pencarian telah berada di posko utama. Menunggu giliran untuk dikirim ke lokasi longsor di area pertambangan.
Namun, hari ini dipastikan tidak ada personel tim SAR menuju lokasi longsor.
Selain karena cuaca ekstrem, basarnas Gorontalo akan memaksimalkan anggota di lokasi banjir.
Update Jumlah Korban Longsor Tambang Suwawa