Jumat, 6 Maret 2026

Longsor Tambang Emas Suwawa

Cuaca Buruk di Tambang Emas Suwawa, Tim SAR Tunda Evakuasi Korban Pakai Helikopter

Evakuasi korban longsor di tambang emas Suwawa menggunakan helikoper dihentikan sementara.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cuaca Buruk di Tambang Emas Suwawa, Tim SAR Tunda Evakuasi Korban Pakai Helikopter
TribunGorontalo.com/Herjianto
Tim SAR menghentikan sementara evakuasi korban longsor tambang Suwawa menggunakan helikopter, Rabu (10/7/2024) pagi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa – Evakuasi korban longsor di tambang emas Suwawa menggunakan helikoper ditunda.

Hal itu diterangkan oleh Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Ida Bagus Ngurah Asmara, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (10/9/2024).

"Karena cuaca (buruk) jadi belum bisa," ujar Bagus.

Ia menyebut kondisi cuaca tak kemungkinan bagi helikopter tipe AW-169 itu beroperasi.

"Kondisi masih sementara berkabut dan berawan di atas," tukasnya.

Saat ini halikopter masih stand by di landasan. Lokasinya tak jauh dari posko utama di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Bagus mengungkapkan, belum ada korban dievakuasi dari titik bor (tibor) tambang.

Informasi korban meninggal tercatat 131 jiwa, rinciannya 73 jiwa berhasil diselamatkan, 23 jiwa meninggal dunia, dan 35 jiwa sementara dicari.

Para petugas SAR bersama TNI/Polri siaga di landasan helikopter menunggu perintah dari posko utama.

Adapun di posko utama, sejumlah aparat keluarga korban mulai berdatangan, mereka menanti informasi terbaru dari Tim SAR. 

Baca juga: Keluarga Korban Minta Akses Menuju Tambang Suwawa tapi Ditolak Tim SAR, Ini Alasannya

Helikopter AW-169 Diterbangkan ke Lokasi

Dua hari pertama, proses evakuasi masih dilakukan secara manual karena kondisi medan tidak memungkinkan dilalui alat berat.

Namun hari ketiga, Selasa (9/7/2024), satu helikopter jenis AW-169 diterbangkan menuju lokasi tambang Suwawa untuk mengangkut jasad korban longsor.

Helikopter terbang tepat pukul 10.16 Wita. Tepat pukul 10.34 Wita, helikopter itu sudah kembali membawa empat korban meninggal dunia dalam kantong mayat.

Beberapa saat kemudian, helikopter itu terbang lagi ke lokasi pertambangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved