Longsor Tambang Emas Suwawa
Cuaca Buruk di Tambang Emas Suwawa, Tim SAR Tunda Evakuasi Korban Pakai Helikopter
Evakuasi korban longsor di tambang emas Suwawa menggunakan helikoper dihentikan sementara.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-SAR-menghentikan-sementara-evakuasi-korban.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa – Evakuasi korban longsor di tambang emas Suwawa menggunakan helikoper ditunda.
Hal itu diterangkan oleh Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Ida Bagus Ngurah Asmara, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (10/9/2024).
"Karena cuaca (buruk) jadi belum bisa," ujar Bagus.
Ia menyebut kondisi cuaca tak kemungkinan bagi helikopter tipe AW-169 itu beroperasi.
"Kondisi masih sementara berkabut dan berawan di atas," tukasnya.
Saat ini halikopter masih stand by di landasan. Lokasinya tak jauh dari posko utama di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Bagus mengungkapkan, belum ada korban dievakuasi dari titik bor (tibor) tambang.
Informasi korban meninggal tercatat 131 jiwa, rinciannya 73 jiwa berhasil diselamatkan, 23 jiwa meninggal dunia, dan 35 jiwa sementara dicari.
Para petugas SAR bersama TNI/Polri siaga di landasan helikopter menunggu perintah dari posko utama.
Adapun di posko utama, sejumlah aparat keluarga korban mulai berdatangan, mereka menanti informasi terbaru dari Tim SAR.
Baca juga: Keluarga Korban Minta Akses Menuju Tambang Suwawa tapi Ditolak Tim SAR, Ini Alasannya
Helikopter AW-169 Diterbangkan ke Lokasi
Dua hari pertama, proses evakuasi masih dilakukan secara manual karena kondisi medan tidak memungkinkan dilalui alat berat.
Namun hari ketiga, Selasa (9/7/2024), satu helikopter jenis AW-169 diterbangkan menuju lokasi tambang Suwawa untuk mengangkut jasad korban longsor.
Helikopter terbang tepat pukul 10.16 Wita. Tepat pukul 10.34 Wita, helikopter itu sudah kembali membawa empat korban meninggal dunia dalam kantong mayat.
Beberapa saat kemudian, helikopter itu terbang lagi ke lokasi pertambangan.