Gorontalo Memilih
Prediksi 4 Peta Koalisi Parpol untuk Pasangan Calon Gubernur Gorontalo di Pilkada 2024
Ada empat formulasi poros yang k kemungkinan akan mewarnai jalannya pemilihan Gubernur 2024 mendatang, Rabu (3/7/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prediksi-koalisi-parpol-pada-pemilihan-gubernur-Gorontalo-2024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Inilah prediksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Gorontalo pada Pilkada 2024.
Keempat poros itu berdasarkan konfigurasi peta capaian jumlah perolehan kursi di DPRD Provinsi Gorontalo, pada pemilu 2024 kemarin.
Merujuk pada hasil pileg sebelumnya, lantas bagaimana peta kekuatan dari dari partai-partai besar ini saat berkoalisi?
Dalam mengusung paslon bupati/walikota maupun gubernur, secara teknis diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur/Bupati dan Walikota.
UU perubahan kedua itu mengatur secara detail kriteria dan dan syarat pencalonan gubernur/bupati/walikota.
Pasal 40 ayat 1 menjelaskan bahwa, partai politik (parpol) atau gabungan parpol harus memperoleh paling sedikit 20 persen kursi DPRD.
Provinsi Gorontalo sendiri, jumlah kursi DPRD nya saat ini tercatat ada 45 kursi.
Artinya, untuk maju sebagai pasangan koalisi cagub, parpol atau gabungan parpol harus mendelegasikan sekurang-kurangnya sembilan kursi delegasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Berikut ini peta koalisi pilgub Gorontalo 2024.
PDIP - PPP
Kekuatan kedua partai besar ini belakangan mulai terkuak.
Ketua DPW PPP Gorontalo Nelson Pomalingo, menyebut dirinya menggandeng Ketua DPD PDIP Gorontalo Kris Wartabone, sebagai wakilnya dalam kontestasi pilgub Gorontalo 2024.
Keduanya berdasarkan syarat sebelumnya, melebihi kuota persyaratan delegasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Posisi PDIP pada pileg sebelumnya menyabet tiket tujuh kursi, sementara PPP empat kursi.
Baca juga: Resmi! Nelson Pomalingo Gandeng Kris Wartabone di Pilgub Gorontalo 2024
Golkar - NasDem
Golkar yang meraih posisi tertinggi perolehan kursi DPRD Provinsi Gorontalo, sebenarnya tanpa berkoalisi pun, secara mandiri partai dengan lambang pohon beringin ini telah memenuhi persyaratan.
Namun belakang, Golkar digadang-gadang akan mempersunting Nasdem sebagai tandemannya.
Meski begitu, saat ini belum ada hasil rekomendasi figur yang akan mewakili partai kuning ini.
Ada tiga nama yang sebelumnya diisukan akan maju sebagai gubernur Gorontalo, sebut saja Idah Syahidah Rusli, Marten Taha dan Toni Uloli.
Sebaliknya secara internal, NasDem memiliki tiga nama tokoh yang juga digadang-gadang akan maju, seperti Rachmat Gobel, Rahmat Datau dan Rustam Akili.
Pileg sebelumnya Golkar unggul dengan sembilan kursi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, sementara NasDem tujuh kursi.
Baca juga: Peta Kekuatan Nelson Pomalingo dan Kris Wartabone di Pilgub Gorontalo 2024
Gerindra - Demokrat - PKB
Ketiga partai ini juga bisa menjadi satu poros kuat.
Meskipun belum ada partai yang secara terbuka menyebut siapa figur mereka nanti, namun jika berkaca dari hasil pemilu, akumulasi dari ketiga partai ini mumpuni berkoalisi mendelegasikan satu paslon.
Gerindra tercatat mendulang lima kursi, Demokrat tiga kursi dan PKB satu kursi.
PAN - PKS - Hanura
Hampir sama dengan poros ketiga, poros keempat juga memiliki amunisi jumlah kursi yang sama.
Secara berurutan, ketiganya memiliki jumlah kursi yang berbeda-beda. PKS dengan sumbangan empat kursi, PAN tiga kursi dan Hanura dua kursi.
Perlu diketahui, keempat puros diatas merupakan kemungkinan maksimal dari pemetaan jumlah kursi.
Selain itu, klasifikasi keempat poros diatas, sedikit melihat perkembangan komunikasi politik antar partai yang saat ini mulai terbuka.
Namun catat penting adalah jumlah perolehan kursi DPRD Provinsi Gorontalo bisa saja mengalami perubahan kuantitas yang berpengaruh pada perolehan kursi.
Pasalnya, di dapil VI (Boalemo Pohuwato) masih akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU), di mana dapil tersebut terdapat 11 kursi DPRD Provinsi Gorontalo yang kembali akan diperebutkan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.