Human Interest Story
Cerita Ratna Dama, Pemilik Rumah Makan Nurain di Kota Gorontalo
Ratna Dama (42), pemilik Rumah Makan (RM) Nurain, di Jalan Madura, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ratna-Dama-42-pemilik-Rumah-Makan-6666.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ratna Dama (42), pemilik Rumah Makan (RM) Nurain, di Jalan Madura, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
RM Nurain adalah satu lapak jualan makanan prasmanan di Jalan Madura, yang kerap ramai pengunjung.
Rumah makan itu adalah milik Ratna.
Tersedia beragam makan mulai dari ikan bakar, ikan kuah, ikan goreng, hingga berbagai olahan sayur.
Sebelum RM miliknya berkembang seperti saat ini, rupanya ada proses yang Ratna lewati.
"RM ini dibuka sejak 2017, sebelumnya, di sini saya buka usaha toko barang harian," ungkap Ratna kepadaTribunGorontalo.com, Rabu (3/7/2024).
Sementara, sambung Ratna, ia sudah coba buka lapak rumah makan di lokasi berbeda. Lokasinya di Jalan Kalimantan.
"Lapak itu terpaksa tutup, karena ada penggusuran lahan," imbuhnya.
Berbisnis tampaknya menjadi jalan mencari penghasilan yang Ratna tekuni.
Ketika usaha lapak makanannya tutup, ia kemudian mencoba membaca minat pasar.
"Saya harus pilih fokus berjualan salah satu, tidak mungkin saya jalankan dua-duanya, dalam satu tempat,"
"Akhirnya saya coba buka usaha rumah makan," ucapnya.
Ratna memulai dengan berjualan gorengan, nasi kuning, dan sejumlah menu lainnya.
"Tapi makin kesini, yang banyak dicari justru berbagai jenis lauk, utamnya anak-anak kos," kata Ratna.
Sejak saat itu, ia pun mengambil keputusan untuk fokus berjualan beragam jenis lauk.
"Alhamdulillah hingga sekarang, masih berjualan nas8 putih dan berbagai jenis lauk, dan pembeli datang dari beragam latar belakang profesi," sebutnya.
Seiring usahanya berkembang, Ratna semakin bisa mempekerjakan lebih banyak orang dari sebelumnya.
Saat ini, kata Ratna, ada 6 orang yang membantunya bekerja. Semuanya merangkap bertugas melayani pembeli, menjadi koki secara bergantian.
"Kalau dulu hanya satu dua orang, Alhamdulillah sekarang bertambah, karena menyesuaikan dengan pembeli," ujar Ratna.
Di rumah makannya yang sederhana itu, Ratna juga menerima pesanan ketring, rantangan, dan nasi kotak.
"Kalau ketering, sistemnya per meja, mulai dari harga Rp 2,5 juta hingga paling tinggi Rp 3 juta 750 ribu, dan pre order," rincinya.
Bukan tanpa alasan Ratna memilih menseriusi usaha rumah makan ini.
Ternyata, memasak memang merupakan hobinya sejak lama.
"Saya memang hobi masak, tapi tidak semua saya masak sendiri setiap hari. Saya sudah bagikan resep serta cara saya memasak setiap menu jualan, kepada karyawan," tutup Ratna. (*/Rafika)
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.