Banjir di Bone Bolango

Botupingge Bone Bolango Gorontalo Diterjang Banjir, 4 Desa Terdampak

Hujan lebat melanda Provinsi Gorontalo pada Rabu, 3 Juli 2024, menyebabkan banjir di Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
BPBD Provinsi Gorontalo
Sejumlah rumah warga diterjang banjir di 4 desa Kecamatan Botu Pingge, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Rabu (3/7/2024).  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Hujan lebat melanda Provinsi Gorontalo pada Rabu, 3 Juli 2024, menyebabkan banjir di Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango

Penata Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan Logistik, BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng, mengatakan bahwa di kecamatan Botupingge terdapat empat desa yang terdampak banjir. 

Empat desa yang terendam banjir itu meliputi Desa Panggulo, Timbuolo Tengah, Tanah Putih, dan Timbuolo Timur. 

Tahir menjelaskan, banjir yang melanda Kecamatan Botu Pingge itu, terjadi akibat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam hari.

"Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Bone Bolango sejak pukul 11.00 - 19.00 Wita, menyebabkan banjir yang melanda Kecamatan Botu Pingge," ungkap Tahir melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2024). 

Hal ini menyebabkan sungai-sungai di sekitar Kecamatan Botupingge meluap dan menggenangi pemukiman warga serta lahan pertanian.

Kata Tahir, BPBD Bone Bolango bersama TNI/Polri serta pihaknya, langsung terjun ke lokasi kejadian usai mendapatkan laporan banjir tersebut.

Saat kejadian, BPBD Provinsi Gorontalo mengerahkan tim penyelamat untuk membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. 

"Ketika kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan BPBD setempat, kami langsung menerjunkan tim untuk mengevakuasi warga," imbuhnya. 

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang melanda Kecamatan Botu Pingge ini. Hanya, beberapa ruas jalan yang tertimbun material banjir. 

Tahir mengimbau kepada warga setempat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. 

Sebab, kondisi Provinsi Gorontalo saat ini masih masuk salah satu daerah yang terdampak cuaca ekstrem ataupun hujan lebat. 

"Kemungkinan cuaca ekstrem ini akan berakhir di pertengahan Juli 2024 mendatang," tutup Tahir. (*/Husnul)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved