Human Interest Story

Cerita Mustakim, Penjual Bakso Jember di Kota Gorontalo

Cerita Mustakim (41), warga asal Jember yang berjualan bakso di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

|
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/PRAILAKARAUWAN
Mustakim (41), pedagang bakso Jember di Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Mustakim (41), warga asal Jember yang berjualan bakso di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Mustakim belum lama menetap di Gorontalo.

Jauh-jauh merantau dari Jember, Jawa Timur, Mustakim berangkat ke Gorontalo dengan niat bekerja untuk menafkahi keluarganya.

"Saya baru dua bulan di Kota Gorontalo, ke sini untuk bekerja supaya bisa menafkahi anak dan istri," ungkap Mustakim kepada TribunGorontalo.com, Senin (1/7/2024).

Mustakim memiliki dua orang anak. Satu sedang duduk di bangku SMP, sementara anak bungsunya masih berusia balita.

Sebelum berdagang bakso Jember di Kota Gorontalo, Mustakim sempat berjuang menjual perabotan rumah tangga di kampung halamannya.

Namun, kata dia, takdir mengarahkannya pada apa yang ia jalani saat ini.

"Saya tertarik lagi untuk ke Gorontalo, karena kemarin sempat merantau ke sini juga, tapi berjualan di Limboto,"

"Kala itu, bakso masih seharga Rp 3000 per porsi, sudah lama sekali, saya lupa tahun berapa tepatnya," ucap Mustakim.

Selain Gorontalo, Mustakim juga pernah berjualan bakso di Bali.

"Kalau menurut saya, dari pembeli, sama saja di Bali dan Gorontalo, yang beda, aktivitas di Bali lebih ramai dan padat," kata Mustakim.

Setelah bertahun-tahun menjadi pedagang, Mustakim memetik nilai hidup sederhana tapi sarat makna.

"Kalau saya, cuman satu, kunci menjalani hidup adalah 'bersyukur'," tuturnya singkat sambil tersenyum. (*/fika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved