Berita Boaelmo
2 Destinasi Boalemo Gorontalo Dikunjungi Tim GeoPark Nasional
Kunjungan ini adalah evaluasi potensi wilayah Boalemo sebagai bagian dari Geopark Gorontalo yang rencananya masuk GeoPark Nasional.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-06-25_Kunjungan-geopark-Indonesia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, BOALEMO -- Tim GeoPark Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kunjungi Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Selasa (25/6/2024).
Kunjungan ini adalah evaluasi potensi wilayah Boalemo sebagai bagian dari Geopark Gorontalo yang rencananya masuk GeoPark Nasional.
Tim penilai mengunjungi dua lokasi utama, yakni Wisata Pantai Bolihutuo dan Wisata Etnis Desa Bajo.
Seperti diketahui, Indonesia telah memiliki enam geopark yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark, yaitu Geopark Batur (2012), Geopark Gunung Sewu (2015), Geopark Rinjani (2018), Geopark Ciletuh (2018), Geopark Belitung (2020), dan Kaldera Danau Toba (2020).
Baca Juga:
• Satu Camat di Boalemo Gorontalo Pegang 2 Wilayah, Warga Kesulitan Urus Tanda Tangan, Ancam Boikot!
• 8 Nama Bupati Boalemo Gorontalo Dari Masa Ke Masa
Menurut Penjabat Bupati Boalemo, Sherman Moridu, Kabupaten Boalemo telah memenuhi tiga persyaratan utama untuk menjadi daerah GeoPark karena memiliki Bio site, Geosite, dan Etnis site.
"Dari segi Geosite, Boalemo memiliki tiga lokasi penting yaitu Desa Bolihutuo (Botumoito), Desa Lahumbo (Tilamuta), dan Desa Saripi (Paguyaman) yang memiliki batuan berusia jutaan tahun," ungkap Sherman kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/6/2024).
"Dari segi Biosite, terdapat berbagai tempat seperti Koral Salvador Dali dan berbagai macam biota laut yang unik serta langka," lanjutnya.
Adapun untuk Etnis site, terdapat Desa Bajo yang menjadi pusat suku etnis di Kabupaten Boalemo.
Sherman juga menambahkan bahwa tim dari UNESCO telah datang sebelumnya dan memberikan dukungan bagi Kabupaten Boalemo untuk menjadi GeoPark Nasional hingga internasional.
"Tim dari UNESCO sudah datang sebelum tim dari Kementerian ESDM, jadi ini menjadi peluang besar bagi Kabupaten Boalemo," jelasnya.
Di sisi lain, Mega Fatimah Rosana, Ketua Dewan Pakar GeoPark Nasional, memberikan pandangannya setelah mengunjungi dua lokasi yang dinilai pada hari tersebut.
Mega menyebutkan bahwa Wisata Bolihutuo dapat masuk dalam kategori natural site untuk wisata alam meskipun tempat tersebut memerlukan perbaikan.
"Bolihutuo bisa menjadi peluang besar jika Boalemo menjadi GeoPark, tempat ini bisa diperbaiki lagi," lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan perawatan Wisata Bolihutuo.
"Masyarakat lokal, terutama Pokdarwis, perlu dilibatkan agar pengelolaan dan perawatan lebih terstruktur," tambahnya.
Mega menegaskan bahwa timnya akan melakukan penelitian selama lima hari untuk mengevaluasi potensi Boalemo sebagai kawasan GeoPark.
"Penilaian kami akan menentukan apakah Boalemo layak menjadi kawasan GeoPark. Kami masih memiliki tiga hari lagi untuk melakukan penilaian," tuturnya.
Dengan demikian, Kabupaten Boalemo berharap besar agar dapat diusung sebagai GeoPark Nasional, yang juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan ke daerah tersebut.
"Harapan kami semoga GeoPark ini bisa diusung hingga ke internasional dan menaikkan daya tarik wisatawan ke Kabupaten Boalemo," tutup Sherman. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.