Berita Viral
Siswa SMP di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasad Korban Penuh Luka Lebam, Begini Kata Kapolda
Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bernama Afif Maulana alias AM (13) ditemukan meninggal di bawah Jembatan Batang Kuranji, Kota Padang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-siswa-kelas-1-SMP-di-Kota-Padang-Sumatera-Barat-Afif-Mualana-AM.jpg)
Suharyono menyatakan bahwa pada malam kejadian, polisi mengerahkan lebih dari 30 anggota untuk meredakan kerumunan yang terlibat dalam tawuran.
Baca juga: Pemain Ini Dilarang Main Dua Pertandingan Euro 2024 Gara-gara Nyanyian Rasis
Dia menuturkan bahwa jika polisi tidak bertindak cepat, kemungkinan besar akan terjadi lebih banyak korban karena tawuran ini melibatkan senjata tajam.
"Kemudian perlu kami luruskan di sini, bahwa telah viral di media massa, justifikasi seolah-olah polisi bertindak salah, polisi telah menganiaya seseorang sehingga berakibat hilangnya nyawa orang lain.
Namun, tidak ada bukti dan saksi sama sekali," ucap dia, dikutip dari TribunPadang.com.
Pada saat kejadian, petugas berhasil mengamankan 18 orang, dan tidak ada nama AM yang dibawa ke Polsek Kuranji.
"Hanya saja sebelum ditemukan jenazah di bawah Jembatan Kuranji, berdasarkan kesaksian Adit yang membonceng, Afif Maulana diajak masuk ke sungai agar aman dari kejaran polisi."
"Jadi sudah ada kesaksian, bahwa memang Afif Maulana berencana akan masuk ke sungai atau menceburkan diri ke sungai," kata Irjen Pol Suharyono.
Dia menjelaskan bahwa dalam kasus penemuan jasad AM ini, pihaknya telah memeriksa 40 saksi, di mana 30 di antaranya adalah anggota kepolisian.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Demo Masak Makanan Khas Gorontalo Binte Biluhuta
"Saya bertanggung jawab penuh akan kasus penemuan jasad Afif Maulana, sampai saat sekarang kita masih mendalami kasus ini."
"Saat ini ada satu yang memang diamankan karena di tangannya ada membawa sajam, sedangkan senjata lainnya berserakan dan belum diketahui siapa yang punya," ujar dia.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan terus mendalami mengenai kasus ini.
"Kami sedang berupaya mendapatkan yang bersangkutan untuk diperiksa, sejauh mana dan apa yang diketahuinya terhadap apa yang diucapkan di media sosial itu," tandasnya.
Baca juga: Viral! Mualaf di Papua Bawa Babi untuk Kurban Iduladha, Netizen Bingung Mau Ketawa atau Terharu
Temuan LBH Padang
Indira, Direktur LBH Padang, menjelaskan bahwa pada saat kejadian, korban bersama dengan temannya yang berinisial A.
A memberikan keterangan bahwa pada Minggu (9/6/2024) sekitar pukul 04.00 WIB, dia dan AM berada bersama di jembatan aliran Batang Kuranji By Pass.