Jalan Putus Monano
Jalan Putus Monano Gorontalo Mulai Diperbaiki, Target 2 Hari Selesai
Camat Bone, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo, Dahlan Tomelo kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan saat ini proses
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Alat-berat-sedang-memperbaiki-jalan-rusak-Monano-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Jalan putus Desa Monano, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo mulai diperbaiki mulai Senin (24/6/2024).
Perbaikan jalan ini sangat mendesak lantara jadi satu-satunya jalan lintas provinsi jalur Selatan Gorontalo.
Warga Gorontalo menuju Sulawesi Utara (Sulut) jalur Selatan harus melintasi jalur ini.
Camat Bone, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo, Dahlan Tomelo kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan saat ini proses perbaikan jalan sementara dikerjakan.
"Saat ini kami masih on proses penimbunan menggunakan sendimen material di sekitar sungai, nantinya akan ditimbun sampai rata dengan jalan," ungkapnya, Senin (24/6/2024) siang.
Baca juga: Imigrasi Bertindak Cepat, Sistem Perlintasan Bandara dan Pelabuhan Internasional Sudah Pulih
Dahlan mengatakan terdapat tiga alat besar jenis excavator melakukan penimbunan diarea jalan putus dari pagi hari.
"Kemungkinan alatnya bakal ditambah, sehingga proses pekerjaan bisa lebih cepat, nanti akan kami update apabila sudah bisa dilewati," jelasnya
"Paling lambat dua hari (selesai proses perbaikan jalan dan bisa dilewati kendaraan motor dan mobil)," tambahnya.
Sementara itu Kepala Desa Monano, Amirudin Tohopi sebelumnya jalan itu hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki melewati bawah jembatan monano lalu menyebrangi area kawasan sungai.
"Awalnya hanya pejalan kaki yang bisa lewat, ikut bawah jembatan terus melintas area sungai itu, cuman air sudah dikuras jadi aman dilewati kalau jalan kaki," jelasnya.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Truk Tronton vs Innova di Sragen, Begini Fakta-faktanya
Sementara untuk kendaraan motor hanya bisa dibantu pikul oleh warga setempat.
Warga di sekitar situ lalu dibayar jasanya untuk mengangkut kendaraan roda dua itu.
"Memang sebelumnya itu diangkat masyarakat sini menyebrang, jadi masyarakat ada beberapa orang kompak angkat langsung motor," tuturnya
"Terinformasi dari pengendara katanya mereka bayar Rp 50 ribu, ada yang Rp 75 ribu sesuai jenis motornya," kata Amirudin.
Baca juga: Fakta Video Viral HRD Cabut ID Card Calon Karyawan yang Merokok di Dalam Ruangan
Lalu untuk kendaraan mobil belum bisa melewati area jalan tersebut karena tak ada jalan alternatif lain.
"Mobil belum bisa kemarin, memang tidak bisa, cuman penumpangnya yang bisa melewati akses itu dengan jalan kaki," terangnya
Namun saat ini kata Amirudin proses perbaikannya jalan sementara dilakukan mengunakan alat besar. (*)