Selasa, 3 Maret 2026

Jalan Putus Monano

BREAKING NEWS: Jalan Putus Monano Gorontalo Sudah Bisa Dilewati, Pick Up Berhasil Lolos

Perbaikan dilakukan sejak Senin pagi tadi 24 Juni 2024. Beberapa jam dilakukan penimbunan dengan alat berat ekscavator, jalan kembali pulih.

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Jalan Putus Monano Gorontalo Sudah Bisa Dilewati, Pick Up Berhasil Lolos
FOTO: Tata Yonda Gorontalo Kfg
Sebuah mobil PickUp melewati jalan putus Monano, Bone Bolango, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jalan putus Desa Monano, Bone Bolango, Gorontalo kini telah bisa dilalui, Senin (24/6/2024). 

Jalan Desa Monano tersebut putus usai dinyatakan putus pada Sabtu, 22 Juni 2024. Saat itu, terjadi banjir bandang. 

Perbaikan dilakukan sejak Senin pagi tadi 24 Juni 2024. Beberapa jam dilakukan penimbunan dengan alat berat ekscavator, jalan kembali pulih.

"Alhamdulillah...Jembatan Monano Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango Hari Ini Sudah Bisa Di Lintasi Untuk Jalur Gorontalo Bolsel Pada Pukul 17.00 Wita," tulis Tata Yonda Gorontalo Kfg di postingan facebooknya, Senin sore (24/6/2024). 

Camat Bone, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo, Dahlan Tomelo memang menjelaskan, bahwa sejak Senin pagi pihaknya menggenjot perbaikan. 

"Penimbunan menggunakan sendimen material di sekitar sungai, nantinya akan ditimbun sampai rata dengan jalan," ungkapnya, Senin (24/6/2024) siang.

Dahlan mengatakan terdapat tiga alat besar jenis excavator melakukan penimbunan di area jalan putus dari pagi hari. 

Kendaraan Bayar Rp 50 Ribu

Sementara itu Kepala Desa Monano, Amirudin Tohopi sebelumnya jalan itu hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki melewati bawah jembatan monano lalu menyebrangi area kawasan sungai. 

"Awalnya hanya pejalan kaki yang bisa lewat, ikut bawah jembatan terus melintas area sungai itu, cuman air sudah dikuras jadi aman dilewati kalau jalan kaki," jelasnya.

Sementara untuk kendaraan motor hanya bisa dibantu pikul oleh warga setempat.

Warga di sekitar situ lalu dibayar jasanya untuk mengangkut kendaraan roda dua itu.

"Memang sebelumnya itu diangkat masyarakat sini menyebrang, jadi masyarakat ada beberapa orang kompak angkat langsung motor," tuturnya.

"Terinformasi dari pengendara katanya mereka bayar Rp 50 ribu, ada yang Rp 75 ribu sesuai jenis motornya," kata Amirudin.

Lalu untuk kendaraan mobil belum bisa melewati area jalan tersebut karena tak ada jalan alternatif lain. 

"Mobil belum bisa kemarin, memang tidak bisa, cuman penumpangnya yang bisa melewati akses itu dengan jalan kaki," terangnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved