Human Interest Story
Cerita Ibrahim Pakaya, Penjual Beras Kini Beralih Jualan Gulali
Ibrahim Pakaya, seorang kakek pedagang gulali ialah satu di antaranya. Di Gorontalo, gulali dikenal juga dengan sebutan alus manis.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ibrahim-Pakaya-69-Pedagang-Gulali-di-Jalan-Kalimantan-Kota-Gorontalo-cffff.jpg)
Alasannya beralih menjual alus manis, karena semakin tahun berganti, harga beras pun semakin naik.
"Dulu harga beras masih Rp 1 per 1 kg," ujar Ibrahim mengenang perjuangannya.
Beralih menjual alus manis juga bukan tanpa perjuangan.
Kata Ibrahim, awalnya ia mengamati orang-orang yang menjual alus manis.
"Saya lihat bagaimana mereka membuatnya, lalu saya belajar sampai saya bisa, dan akhirnya berjualan alus manis sampai hari ini," tuturnya.
Fisik Ibrahim pun masih tampak kokoh, untuk usia 69 tahun.
Tak ayal, Ibrahim berbagi pesan kepada anak-anak mudah zaman sekarang untuk tidak malas beraktivitas fisik di pagi hari.
"Yaa, Alhamdulillah kalau memang fisik saya terlihat masih kuat, mungkin karena saya sering bergerak tiap pagi, semacam olahraga ringan sambil jalan-jalan," katanya. (*/Rafika)
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|