Sabtu, 14 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Ibrahim Pakaya, Penjual Beras Kini Beralih Jualan Gulali

Ibrahim Pakaya, seorang kakek pedagang gulali ialah satu di antaranya. Di Gorontalo, gulali dikenal juga dengan sebutan alus manis.

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Ibrahim Pakaya, Penjual Beras Kini Beralih Jualan Gulali
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Ibrahim Pakaya (69), Pedagang Gulali di Jalan Kalimantan, Kota Gorontalo 

Alasannya beralih menjual alus manis, karena semakin tahun berganti, harga beras pun semakin naik.

"Dulu harga beras masih Rp 1 per 1 kg," ujar Ibrahim mengenang perjuangannya.

Beralih menjual alus manis juga bukan tanpa perjuangan.

Kata Ibrahim, awalnya ia mengamati orang-orang yang menjual alus manis.

"Saya lihat bagaimana mereka membuatnya, lalu saya belajar sampai saya bisa, dan akhirnya berjualan alus manis sampai hari ini," tuturnya.

Fisik Ibrahim pun masih tampak kokoh, untuk usia 69 tahun.

Tak ayal, Ibrahim berbagi pesan kepada anak-anak mudah zaman sekarang untuk tidak malas beraktivitas fisik di pagi hari.

"Yaa, Alhamdulillah kalau memang fisik saya terlihat masih kuat, mungkin karena saya sering bergerak tiap pagi, semacam olahraga ringan sambil jalan-jalan," katanya. (*/Rafika) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved