Gorontalo
Jalan Lubang di Jalan Poros Utama Kabupaten Boalemo Gorontalo, Pengendara Resah
Seorang pengendara yang mengaku resah, Olis Patilanggio, kerap mengaku terganggu. Tak hanya itu, ia mengaku kesal.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jalan-berlubang-di-Boalemo-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Ada jalan berlubang di depan Pos Kawasan Tertib Lalulintas (PKTL) yang berada di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Selasa (18/6/2024).
Lubang-lubang ini membuat pengendara resah. Kendati, jalan tersebut merupakan Jalan Trans Sulawesi. Ini merupakan jalan poros utama Gorontalo.
Seorang pengendara yang mengaku resah, Olis Patilanggio, kerap mengaku terganggu. Tak hanya itu, ia mengaku kesal.
"Saya cukup dibuat kesal dengan jalan tersebut, pasalnya lubangnya tidak terlihat jika dari jauh," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (18/6/2024).
Baca juga: Mengenal Salvador Dali, Destinasi Bawah Laut di Kabupaten Boalemo Gorontalo
"Ada gundukan kecil yang menghalangi pandangan, jadi terlihat seperti tidak ada lubang," lanjutnya.
Olis juga menambahkan, bahwa jalan tersebut semakin hari lubangnya semakin besar.
"Saya ini merupakan sopir yang selalu lewat jalan ini, jadi saya tahu persis, jalan ini setiap harinya bertambah besar," tambahnya.
Olis juga resah dengan penambalan jalan yang hanya menggunakan batu kerikil.
"Begitu juga dengan penambalannya, kenapa hanya gunakan batu kerikil, batu kecil itu bisa merusak ban," ujarnya.
"Begitu juga kalau hujan, jalan itu tergenang jadi sangat susah sekali, kalau mobil dengan suspensi kecil, pasti akan berbahaya," lanjutnya.
Baca juga: Geger! Penemuan Jasad Bayi di Jateng, Ditemukan Terlilit Kain hingga Membiru
Sejalan dengan hal ini, Alim Kadji pengendara sepeda motor yang mengungkapkan kekecewaannya.
"Lubang tersebut cukup meresahkan tentunya, apalagi bagi pengguna motor ya," ungkapnya.
"Jalannya licin karena batu kerikil yang diletakan di lubang tersebut, jika tidak fokus pasti akan jatuh," lanjutnya.
Alim juga mengatakan bahwa lubang tersebut memang sudah ada dari tahun 2023 kemarin.
"Sepengatahuan saya, lubang itu sudah ada sejak 2023 kemarin dan belum ada perbaikan hingga hari sekarang," ujarnya.
"Saya cukup prihatin juga dengan hal ini, jalan yang seharusnya bisa dilewati oleh kendaraan dengan mudah, malah banyak menyusahkan masyarakat," lanjutnya.
Terakhir Alim mengharapkan agar ada perbaikan segera dari pihak terkait.
"Harapan saya hanya satu, semoga segera diperbaiki, takutnya lubang ini bisa memakan korban jika dibiarkan," tutupnya. (*)