Berita Viral
Geger! Penemuan Jasad Bayi di Jateng, Ditemukan Terlilit Kain hingga Membiru
Warga di Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki pada pagi Minggu (16/6/2024).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bayi-meninggal_jpg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Warga di Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki pada pagi hari Minggu (16/6/2024).
Warga geger karena sebelumnya tidak pernah mengetahui bahwa ibu dari bayi tersebut, yaitu SA, sedang hamil.
Diketahui, bayi laki-laki yang baru lahir tersebut ditemukan di dapur rumah, dibungkus dalam mantel.
Baca juga: Masih Usia 21 Tahun, Dheninda Chairunnisa Sukses jadi Anggota DPRD Termuda di Gorontalo
Jasad bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Moewardi Surakarta untuk dilakukan autopsi.
Sementara itu, ibu bayi tersebut diketahui dirawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan setelah melahirkan.
Kabar mengenai penemuan mayat bayi ini telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Jenar, AKP Rudi Hartono.
"Tadi pagi ada kejadian yaitu penemuan mayat masih balita di Dukuh Sono, Desa Ngepringan, yang dimungkinkan lahir tanpa melalui prosedur medis, jadi dilakukan lahir sendiri, innalillahi, bayinya meninggal," ujarnya kepada TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).
Baca juga: Pemain Baru Real Madrid Kylian Mbappe Patah Tulang Hidung saat Prancis Kalahkan Austria di Euro 2024
Karena ada dugaan bahwa kematian bayi tersebut tidak wajar, saat ini jasadnya sedang menjalani proses autopsi.
"Untuk saat ini, kejadian masih diusut oleh tim penyidik Polres Sragen, dan masih diadakan autopsi di Rumah Sakit Moewardi Solo," ucap dia dikutip dari Tribunnews.com.
Dilain tempat, Ngadino, Ketua RT setempat, menuturka bahwa bayi tersebut lahir dari rahim ibunya yakni SA.
"Kalau nama ibunya SA, usia sekitar 40 tahun lebih, sedangkan suami SA bernama SG," ujarnya.
Baca juga: Bomber Mandul dan Bek Minim Main AC Milan Segera Pulang, Bisa Hengkang Gratis
Berdasarkan penjelasan Ngadino beberapa hari terakhir, SA memang tidak sering terlihat berinteraksi atau bersosialisasi dengan warga sekitar.
"Kita nggak ada yang tahu kalau dia hamil, makanya kami ditelfon kader posyandu, kami tidak terlalu percaya, setelah dikirim fotonya baru percaya," ucapnya saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).
"Mungkin selama hamil sudah jarang keluar rumah, kadang dia ikut pengajian rutin malam Jumat, tapi dia tidak ikut," jelasnya.
Bayi laki-laki yang malang itu adalah anak keempat dari pasangan SA dan suaminya, SG.
Baca juga: Viral Oknum Polisi Hamili Anak SMP di Bekasi, Minta Digugurkan oleh Keluarga Pelaku