Human Interest Story
Cerita Arifin Ali Pedagang UMKM di Pantai Kurenai, Dapat Penghargaan dari Bupati Bone Bolango
Arifin memilih berdagang di Pantai Kurenai bersama istrinya setelah kondisi fisiknya tak lagi memungkinkan untuk bekerja sebagai tukang bangunan.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Warung-di-Pantai-Kurenai-milik-Arifin-Ali-Selasa-1862024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Di tengah hamparan pasir putih dan birunya laut Pantai Kurenai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terhampar kisah inspiratif Arifin Ali.
Seorang pedagang UMKM berusia 50-an ini meraih penghargaan dari pemerintah daerah.
Dedikasi dan keramahannya dalam melayani pembeli menjadi kunci utama kesuksesannya.
Arifin memilih berdagang di Pantai Kurenai bersama istrinya setelah kondisi fisiknya tak lagi memungkinkan untuk bekerja sebagai tukang bangunan.
Baca juga: Euforia Euro 2024 hingga Pelosok Desa Lemito Gorontalo, Bendera Jerman dan Prancis Berkibar
"Dahulu, saya bekerja sebagai tukang bangunan. Untuk saat ini, saya lebih memilih berdagang. Karena, di umur seperti ini saya rasa risikonya besar kalau jadi tukang bangunan," ungkapnya.
Di warung sederhana mereka, Arifin dan istrinya menyajikan berbagai hidangan, mulai dari pisang goreng, mie instan, hingga ayam geprek dan lalapan.
Meski pengunjung pantai kini lebih banyak membawa makanan sendiri, Arifin dan istrinya tak patah semangat. Mereka terus berbenah dan menyesuaikan menu sesuai dengan permintaan pembeli.
"Mereka lebih banyak membeli makanan ringan, seperti pisang goreng, itu yang paling banyak dicari, jadi kami menyesuaikan," sambungnya.
Kunci utama kesuksesan Arifin terletak pada keramahan dan komitmennya dalam menjaga kebersihan warung.
Ia selalu berusaha melayani setiap pembeli dengan sepenuh hati, menciptakan suasana yang nyaman dan bersahabat.
Baca juga: Jalan Rusak 12 Meter di Duhiadaa, Pengendara Terancam, Warga Terganggu Debu
Suatu hari, usaha Arifin mendapatkan apresiasi yang tak terduga. Empat mobil datang ke warungnya, dan para penumpangnya bersikap seperti pembeli biasa.
Namun, tak lama kemudian, Arifin pun mendapatkan kabar bahwa ia telah meraih penghargaan dari pemerintah daerah sebagai pelaku UMKM yang berdagang dengan baik, ramah, dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Waktu itu, mereka menilai secara sembunyi-sembunyi. Ada empat mobil datang di warung kami, mereka berlaku seperti pembeli," kata Arifin.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras Arifin dalam membangun usahanya.
Ia bangga dan terharu atas pengakuan tersebut, dan berharap menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya.