Berita Kabupaten Boalemo
Satu-satunya dari Gorontalo, Pj Bupati Boalemo Sherman Moridu Terima Penghargaan Presiden Jokowi
Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Joko-Widodo-memberikan-penghargaan-kepada-Penjabat-Boalemo-Sherman-Moridu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu menerima penghargaan dari Presiden RI, Joko Widodo.
Penghargaan diberikan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (14/6/2024).
Kabupaten Boalemo satu-satunya wilayah di Provinsi Gorontalo yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Terdapat 17 kabupaten/kota di seluruh Indonesia menerima penghargaan dari Presiden RI.
Pada kesempatan lain, Pj Gubernur Boalemo Sherman Moridu, mengatakan pihaknya dianggap berhasil menangani inflasi daerah.
"Saya mendapatkan undangan dari Menteri Sekretaris Negara di Istana Kepresidenan karena bisa menekan angka inflasi dengan baik," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (14/6/2024).
"Hal ini juga karena kami melakukan program yakni Boalemo Mopomula (menanam), yang menjadikan harga pangan di Boalemo stabil dan terjaga," lanjutnya.
Sherman menambahkan, bahwa program tersebut juga berpengaruh pada kestabilan sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran.
"Kestabilan Sembilan bahan pokok, juga mendapatkan pengaruh lebih dari program ini dan juga bisa menambah pendapatan masyarakat khususnya petani," tambahnya.
"Kami juga selalu membuka pasar murah serta memberikan bantuan bibit dan pupuk kepada petani di Kabupaten Boalemo," lanjutnya.
Adapun langkah yang dilakukan oleh pemda dalam menekan angka inflasi.
"Langkah pertama yakni pemerintah selalu mengecek harga sembako setiap akhir pekan,"
"Jika harga sembako kembali tinggi, kami akan bekerja cepat dengan bantuan dari dinas koperindag dan Dinas pertanian," ujar Sherman.
Kedua, pemda Boalemo melakukan pemahaman mengenai konsep definisi komoditi.
"Hal ini untuk mengubah cara pandang penjual sembako, kebanyakan dari mereka terlalu fokus pada penjualan berbentuk liter dan akan diganti menjadi ukuran kilo," ungkapnya.