Hiu Paus Gorontalo
3 Tips Aman Melihat Hiu Paus dari Pengelola Wisata Pantai Botubarani Gorontalo
Simak 3 tips aman berikut ini, bagi Anda yang hendak berkunjung ke Objek Wisata Hiu Paus Botubarani, Gorontalo.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hiu-paus-bernama-Sherly-ffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Simak 3 tips aman bagi Anda yang hendak berkunjung ke Objek Wisata Hiu Paus Botubarani, Gorontalo.
Gorontalo menjadi satu daerah yang dilintasi spesies laut langka, hiu paus.
Hiu paus mulai tampak di permukaan perairan Botubarani Gorontalo pada 2016.
Sejak saat itu, masyarakat setempat terpanggil untuk lebih giat memelihara lingkungan perairan Botubarani, agar hiu paus tersebut merasa nyaman berlama-lama di wilayah perairan tempat mereka tinggal.
Terbukti saat ini, mereka berhasil mengelola dengan baik hingga membentuknya menjadi objek wisata hiu paus Botubarani, Gorontalo.
Alamat lengkap dari objek wisata ini tepatnya berada di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Jika Anda tertarik mengunjungi objek wisata hiu paus Botubarani, ingat 3 tips berikut agar kamu dapat berwisata dengan aman dan nyaman.
Tips ini dihimpun TribunGorontalo.com dari pengelola objek wisata hiu paus Botubarani
Pengelola objek wisata menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang perlu diketahui wisatawan saat berkunjung melihat hiu paus di Botubarani.
Hal ini tentunya untuk mengutamakan keselamatan pengunjung dan kenyamanan hiu paus itu sendiri.
"Kalau tidak dikasih tau, dan terjadi kesalahan, itu menjadi kelalaian kami. Sehingga kami beruaha untuk memberitahu pengunjung terhadap hal apa saja yang harus dihindari saat melihat hiu paus di Botubarani," kata Arfan Napu, Ketua Pengelola Objek Wisata Hiu Paus Botubarani kepada TribunGorontalo.com, Selasa (11/6/2024).
3 Tips Aman Berwisata di Perairan Botubarani Melihat Hiu Paus :
1. jaga Jarak dengan Hiu Paus
Wisatawan perlu menjaga jarak dengan hiu paus, Jika hendak beraktivitas dengan hiu paus, atau snorkeling,
"Dari kepala, pastikan ada jarak 4 meter anatara hiu paus dan wisatwan, sementara dari ekor ambil jarak 3 meter," kata Arfan.
2. Hindari Racun di Tubuh Hiu Paus
Arfan menyarankan untuk tidak menyentuh hiu paus dengan sengaja.
Jika tersentuh dengan tidak sengaja, maka tidak menjadi masalah.
Namun wisatawan tetap diimbau untuk berhati-hati.
"Tapi jangan sudah terlalu girang melihat hiu, lalu abai dengan keselamatan diri sendiri, akhirnya nekat menyentuh tubuh hiu paus dengan sengaja," jelas Arfan mengingatkan.
Arfan menekankan hal ini untuk mencegah agar wisatawan tidak terkontaminasi racun di tubuh hiu paus itu sendiri.
"Kita kan belum tahu pasti, zat apa saja yang ada di tubuh hiu paus, untuk berjaga-jaga lebih baik tidak menyentuhnya, jangan sampai lecet tangan kita, dan menyebabkan luka yang susah sembuh," terang Arfan.
3. Jangan Mendokumentasikan Menggunakan Flash (Cahaya pada Kamera)
Biasanya, wisatawan tertarik mengabadikan momen bersama hiu paus.
Hal ini boleh-boleh saja dilakukan. Namun, perlu diperhatikan bahwa hiu paus juga merupakan makhluk hidup yang membutuhkan rasa nyaman dari lingkungan sekitarnya.
Untuk itu, wisatawan diimbau untuk tidak menggunakan cahaya penerang pada kameranya saat memotret atau berswafoto dengan hiu paus.
"Usahakan kita tidak membuat hiu paus merasa tidak nyaman, cahaya kamera berpotensi membuat hiu paus stres," tutur Arfan.
Diketahui, Hiu paus yang biasanya berada di objek wisata Pantai Botubarani menghilang sejak pada 25 Mei
Hiu paus di Botubarani menghilangkan karena kedatangan paus orca yang melintasi kawasan perairan Botubarani.
Objek wisata hiu paus berada di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango,Provinsi Gorontalo.
Objek wisata hiu paus berjarak 11 kilometer dari Pusat Kota Gorontalo, Ibu Kota Provinsi Gorontalo.
Lokasi ini bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 20 menit.
Hiu paus hampir setiap hari muncul di objek wisata ini. Hiu paus yang muncul satu ekor setiap hari, jika beruntung pengunjung bisa melihat 3-4 ekor akan muncul di lokasi tersebut.
Wisatawan bisa bertemu hiu secara langsung dengan jarak dekat.
Lokasi munculnya hiu paus hanya berjarak 20-50 meter dari bibir pantai.
Wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk dan sewa perahu dengan harga terjangaku untuk melihat hiu tersebut.
Cerita Inspiratif Arfan Napu, Ketua Pengelola Objek Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo
Kehadiran Hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Desa Botubarani, Bone Bolango, Gorontalo, menjadi daya tarik wisata.
Kehadiran Whale Shark yang merupakan spesies ikan terbesar ini menarik perhatian wisatawan, tak hanya lokal namun hingga mancanegara.
Meski begitu, tidak banyak yang tahu jika eksistensi destinasi ini juga tidak lepas dari peran masyarakat lokal.
Seorang warga lokal yang cukup inspiratif bernama Arfan Napu. Sosoknya yang berusia 60-an ini tak hanya dikenal sebagai ketua pengelola objek wisata, tapi juga sebagai pejuang hiu paus.
Sebab, Arfan Napu satu dari banyak warga yang senantiasa semangat membenahi objek wisata hiu paus Botubarani ini. Dahulu, Arfan adalah pekerja di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo.
"Saya dulu pernah bekerja jadi Ketua Regu Kerja (KRK) di Pelabuhan Fery Gorontalo selama kurang lebih 30 tahun," kata Arfan.
Arfan mengisahkan sedikit tentang perjuangan hidupnya sampai ia ada di titik ini, yakni dipercaya menjadi sosok penanggungjawab pengelolaan objek wisata hiu paus Botubarani.
"Sebetulnya, cerita hidup saya cukup panjang, tapi karena waktu yang relatif singkat, saya akan coba sampaikan hikmah penting yang saya petik dari perjalanan hidup saya," tuturnya.
Diamati dari raut wajah saat Arfan berbagi cerita, ia begitu terharu bisa mengemban amanah menjadi ketua pengelola objek wisata hiu paus Botubarani.
Kata Arfan, ia terharu karena sejak objek wisata hiu paus dibangun, hingga hari ini, warga masih memilihnya menjadi ketua pengelola.
Padahal, ia bukan merupakan warga asli Botubarani. Melainkan, Arfan adalah pria asal Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Ia menjadi warga Botubarani, sejak menikahi istrinya yang merupakan warga asli di kawasan tersebut. Tanggung jawab itu membuatnya begitu tersentuh dan merasa berarti.
"Saya bertanya-tanya, mengapa kiranya mereka masih memilih saya untuk mengelola ini (objek wisata Botubarani)," sebut Arfan. "Kemudian saya teringat perjalanan hidup saya," sambungnya.
Kalau melihat dari keberhasilan pendidikan, Arfan mengaku tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Ia pun terlihat sangat rendah hati, menyebut dirinya tidak pandai berbahasa dengan baik.
"Jadi, sebenarnya apa yang membuat orang percaya pada saya," sebut Arfan kerap bertanya pada dirinya.
Rupanya, setelah melakuan perenungan, Arfan merasa kalau pun ada hal yang bisa dibanggakan dari dirinya, maka itu adalah usahanya untuk menjaga niat baik dalam mengelola amanah yang diberikan.
"Saya sering merenung kalau kembali ke rumah, mengingat perjuangan saya, selain jadi KRK pelabuhan, saya juga pernah menjadi sopir bus, pengumpul rotan, merantau ke banyak tempat, bahkan menjadi kepala dusun," kata Arfan.
Dari perjalanan itu, sambung Arfan, ia mengambil pelajaran bahwa hidup ini sangat singkat.
Baginya, membuat wisatawan senang melihat hiu paus menjadi semangat yang akan ia bawa untuk menjaga amanah ketua pengelola objek wisata hiu paus Botubarani Gorontalo.
"Sekali lagi hal terpenting bukan tentang keuntungan, tapi bagaimana wisatawan bisa senang berkunjung ke sini, warga dan pengelola juga rukun, serta hiu paus merasa nyaman menampakkan dirinya di perairan ini," tutup pria yang hobi tenis meja itu. (*/Rafiqa)
| Hiu Paus Muncul Tiap Hari di Botubarani Gorontalo, Pengelola Wisata Malah Keluhkan Ini |
|
|---|
| 6 Hiu Paus Muncul di Botubarani, Cuaca Cerah Dukung Aktivitas Snorkeling |
|
|---|
| Wisata Hiu Paus Gorontalo Ramai Dikunjungi, Turis Jepang Snorkeling hingga Beri Makan Sherly |
|
|---|
| Rincian Harga Terbaru Wisata Hiu Paus Botubarani di Tahun 2026, Apa saja yang Berubah? |
|
|---|
| Hiu Paus Tak Pernah Absen Muncul di Botubarani Gorontalo, Wisatawan Dijamin Tak Kecewa |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.