Berita Kota Gorontalo
10 Nama Wali Kota Gorontalo Dari Masa Ke Masa, Ada Menjabat 11 Tahun
Sejarah kepemimpinan di Kota Gorontalo mencatat sosok-sosok penting yang telah menjabat sebagai Wali Kota dari masa ke masa.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Daftar-10-Wali-Kota-Gorontalo-dari-masa-ke-masa-8888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sejarah kepemimpinan di Kota Gorontalo mencatat sosok-sosok penting yang telah menjabat sebagai Wali Kota dari masa ke masa.
Setiap pemimpin memiliki kontribusi penting dalam membangun dan mengembangkan Kota Gorontalo.
Menariknya, di antara 10 sosok ini, ada yang menjabat hingga 11 tahun.
Sebuah periode cukup panjang dalam dunia pemerintahan.
Berikut Profil singkat 10 Wali Kota Gorontalo dari masa ke masa:
1. R Atje Slamet
R Atje Slamet merupakan sosok pertama yang memimpin pemerintahan Kota Gorontalo.
Wali Kota Gorontalo pertama ini dilantik tanpa menggunakan lencana, ucapan karangan bunga, hingga hidangan makanan prasmanan.
Atje Slamet diambil sumpahnya pada 1961 dan dipercayakan untuk memimpin pemerintahan Kota Gorontalo.
Ia dipercayakan oleh pemerintah pusat saat itu untuk memipin Kota Gorontalo hanya 3 tahun lamanya, sampai 1963.
Nama R Atje Slamet digunakan sebagai nama jalan di Kota Gorontalo. Hal ini untuk mengenang jasanya yang telah membangun pemerintahan Kota Gorontalo.
2. Taki Niode
Drs Taki Niode merupakan Wali Kota Gorontalo Periode 1963 – 1971. Dia merupakan pemimpin kedua di pemerintahan Kota Gorontalo, setelah menggantikan Atje Slamet selang periode 1961 – 1963.
Taki Niode semasa hidupnya pernah menuntut ilmu di Wayne State University Detroit, Amerika Serikat tahun 1961 – 1962.
Meski hanya 3 tahun menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo, Taki Niode perlu dikenang jasanya dan diketahui oleh masyarakat kota.
Untuk mengenang jasanya Taki Niode, pemerintah daerah mencantumkan namanya di salah satu jalan di Kota Gorontalo.
3. Jusuf Bilondatu
Untuk nahkoda ketiga Wali Kota Gorontalo, dipimpin oleh Jusuf Bilondatu. Ia memimpin kota yang telah mencapai 296 tahun ini setelah masa kepemimpinan Taki Niode.
Jusuf memimpin ibu kota Provinsi Gorontalo ini selama 8 tahun lamanya yakni 1971 - 1978.
Kini, namanya pun telah dicantumkan jadi ama jalan di Kota Gorontalo. Hal ini untuk mengenang jasanya yang pernah membangun Kota Gorontalo.
4. HA Nusi
Sosok Wali Kota Gorontalo yang keempat ini memiliki nama asli Hasan Abas Nusi.
Pria kelahiran Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ini menjabat Wali Kota Gorontalo selam 6 tahun lamanya (1978 - 1983).
Hasan Abas Nusi setelah memimpin Kota Gorontalo, ia berlabuh ke Sulawesi Utara menjabat sebagai Wakil Gubernur (1995 - 2000).
Hasan Abas Nusi dikenal sebagai salah seorang yang turut menandatangani deklarasi pembentukan Provinsi Gorontalo pada 23 Januari 2000.
Saat itu, Hasan Abas Nusi memangku jabatan sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara mendampingi Gubernur Sulut, Letjen (Purn) E.E Mangindaan.
Wali Kota Gorontalo keempat ini tutup usia di umurnya 83 tahun, di Bele li Niku, Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Sabtu (8/8/2020) sekira pukul 10.00 Wita.
5. Achmad Nadjamudin
Achmad Nadjamudin merupakan sosok Wali Kota Gorontalo yang kelima. Ia menjabat sebagai pemimpin di pemerintahan wilayah itu pada 1983 - 1988.
Setelah ia memimpin Kota Gorontalo, Achmad Nadjamudin menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara mendampingin CJ Rantung (1991 - 1996).
Kemudian, pada Pemilu 1997, Achmad Nadjamudin terpilih menjadi Anggota DPRD Sulawesi Utara dan kemudian diangkat menjadi wakil ketua DPRD Sulut.
Achmad Nadjamudin lahir pada 1 Januari 1936. Di umurnya ke 62 tahun, ia tutup usia, tepatnya pada 1 September 1998.
6. Jusuf Dalie
Setelah pemerintahan Achmad Nadjamudin berakhir pada 1998, sosok Jusuf Dalie dipercayakan untuk memegang amanat sebagai Wali Kota Gorontalo keenam.
Jusuf sebagai Wali Kota Gorontalo keenam pada 1988 - 1993. Artinya, enam tahun lamanya ia menjadi orang nomor 1 di Kota Gorontalo.
Untuk mengenang jasanya, nama Jusuf Dalie telah tercatat di salah satu nama jalan di Kota Gorontalo.
7. Achmad Arbie
Achmad Arbie adalah sosok ketujuh yang dipercayakan untuk memegang pemerintahan Kota Gorontalo.
Ia menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo pada tahun 1993 - 1997. Meski hanya 5 tahun menjabat, jasanya perlu diketahui oleh masyarakat kota.
Sebelum ia menjabat Wali Kota Gorontalo, Achmad Arbie pernah menjabat sebagai Kepala Direksi Bank SulutGo di tahun 1981 - 1983 dan 1988 - 1993.
8. Medi Botutihe
Sosok yang satu ini merupakan Wali Kota Gorontalo paling dikenal masyarakat kota.
Bagaimana tidak, Medi Botutihe menjabat Wali Kota Gorontalo 11 tahun lamanya. Dari 1998 - 2008.
Artinya, ia memegang kendali wilayah Kota Gorontalo dua periode. Periode pertamanya pada 1998 - 2003 dan periode kedua pada 2003 - 2008.
Sebelum menjabat Wali Kota Gorontalo dua periode itu, Medi Botutihe pernah menjabat sebagai Kabag Ekonomi Pemkab Gorontalo (1969), Wakil Direktur BUMD Pemkab Gorontalo (1970), Direktur Utama BUMD Pemkab Gorontalo (1972), Kepala Sekretariat Koordinasi Pembangunan Daerah Pemkab Gorontalo (1973), Kepala Subdit Pembangunan Pemkab Gorontalo (1974)
Selain itu, ia juga pernah menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo (1983), Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Gorontalo (1983—1986), Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (1989—1990), dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo (1990—1998).
Diketahui, Wali Kota paling lama menjabat ini berdarah tulen Gorontalo, lahir 12 September 1941 dan tutup usia di umur 75 tahun, tepatnya pada 18 September 2016.
9. Adhan Dambea
Sosok Wali Kota Gorontalo kesembilan ini dikenal kritis dalam menyoroti berbagai permasalahan di wilayah Gorontalo.
Ia menjabat Wali Kota Gorontalo setelah masa kepemimpinan Medi Botutihe pada 2008 - 2013.
Saat itu, Adhan didampingi wakilnya Feriyanto Mayulu untuk mengakodahi pemerintahan Kota Gorontalo.
Meski hanya satu periode menjabat Wali Kota Gorontalo, Adhan banyak membangun infrastruktur di wilayah yang ia pimpin saat itu.
Kini, ia mencalonkan kembali sebagai Wali Kota Gorontalo untuk periode 2024 - 2028, berpasangan dengan Indra Gobel.
Pencalonannya itu, tak menunggangi partai manapun. Artinya, ia mencalonkan perseorangan atau melalui jalur independen untuk Pilwako 2024 memdatang.
10. Marten Taha
Marten Taha adalah sosok politikus dan birokrat dari Partai Golkar Gorontalo. Ia menjabat Wali Kota Gorontalo selama dua periode.
Kepemimpinan Marten Taha ini diembannya sejak Pilwako 2014. Saat itu ia berpasangan dengan Budi Doku sampai 2019.
Pada Pilwako 2019, Marten mencalonkan lagi sebagai Wali Kota. Masyarakat kota pun mempercayainya untuk mengakodahi pemerintahan Kota Gorontalo.
Pada periode keduanya, Marten lebih memilih sosok politikus muda dari partai Golkar Gorontalo, yakni Ryan Kono.
Periode kedua Marten dan Ryan itu baru saja berakhir, tepatnya pada 2 Juni 2024.
Selama menjabat sebagai Wali Kota, Marten dikenal dengan berbagai program pembangunan berkelanjutan. Sehingga, menjadikan Gorontalo sebagai kota yang lebih modern dan maju. (*/husnul)
| Geger! Ular Cobra Bersembunyi di Kamar Rumah Warga Tenilo Kota Gorontalo |
|
|---|
| Remaja Perempuan di Kota Gorontalo Terciduk Balap Liar di Depan SMANTIG |
|
|---|
| Satpol PP Kota Gorontalo Sisir Taman, Pastikan Kebersihan UMKM dan Tertibkan Baliho Tak Berizin |
|
|---|
| Data SE2026 Dianggap Kunci Pemetaan Persaingan Usaha di Gorontalo |
|
|---|
| Ekonomi Kota Gorontalo Tumbuh 5,72 Persen pada Triwulan III 2025 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.