Human Interest Story
Cerita Azkar Ajo, Alumnus Universitas Negeri Gorontalo Pernah Dapat Beasiswa CCI Aminef ke Amerika
Cerita Zulhafidz Tadore atau dikenal Azkar Ajo, alumnus program beasiswa Community College Initiatice (CCI).
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Zulhafidz-Tadore-atau-dikenal-Azkar-Ajo-888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Zulhafidz Tadore atau dikenal Azkar Ajo, alumnus program beasiswa Community College Initiatice (CCI).
Program ini CCI dilaksanakan oleh American Indoensian Exchange Foundation (Aminef). Dia berangkat pada Juli 2023.
Azka lulusan Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo.
Saat berkuliah Azka sangat aktif mengikuti pelbagai kegiatan organisasi maupun komunitas sosial yang berdampak pada masyarakat.
Azka pernah menjadi delegasi UNG Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan Republik Indonesia di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Tidak sampai di situ pada 2018, angka sempat berpartisipasi dalam Duta Bahasa Provinsi Gorontalo 2018 dan menjadi Duta Bahasa Intelegensia.
Saat bersekolah pun, Azka mengaku sangat aktif dan sering mengikuti perlombaan. Azka sempat mengikut lomba FLS2N di bidang kesenian teater.
"Di masa pendidikan sejak S1 bahkan saat sekolah saya memang aktif di beberapa kegiatan dan perlombaan, kata Azka kepada TribunGorontalo.com
Dia mengungkapkan hal yang membuat dirinya mendapat beasiswa adalah pekerjaanya sebagai reporter dan produser di televisi nasional program internasional.
Beberapa peristiwa besar sempat diliputnya yaitu gempa besar di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Dia mendaftar program beasiswa tersebut saat sedang bertugas meliput sebuah peristiwa bencana.
Azka mengerjakan mengikuti ujian TOEFL dan mengerjakan soal-soal di tenda darurat dengan perlengkapan seadanya.
"Kebetulan bawa laptop, karena sudah tau mau ada ujian. Itu dengan jaringan seadanya. Cukup padat kegiatan tapi saya sempatkan untuk mengurus pendaftaran karena saya memang niat daftar," tambahnya.
Azka menjabarkan program ini akan memenuhi lima pilar selama menjalankan perkuliahan, dari akademik, volunteer, magang, leadership, dan culture exchange.
Paca kepulangannya ke Indonesia, Azka berkunjung ke Gorontalo lagi untuk mengadakan sesi informasi mengenai beasiswa yang didapatkannya.
Menurut Azka, semakin banyak alumnus beasiswa tersebut di Gorontalo maka yang akan berdampak adalah daerah karena adanya peningkatan SDM.
Sebab berdasarkan aspek-aspek yang didapat pasca mengikuti program beasiswa tersebut bisa mendorong kemajuan pengetahuan penerimanya.
Lewat aspek kontribusi sosial yang dilaksanakan pasca selesainya program di Amerika Serikat sebelum kembali ke negara masing-masing.
Berkat kegiatan ini Azka berkesempatan untuk memasuki White Hous alias Gedung Putih di Amerika kemudian ke Patung Liberty dan berbagai destinasi lainnya.
Azka akan membuka mentoring kepada beberapa orang yang serius untuk menggapai beasiswa tersebut.
Terdapat dua kelas yang akan dibuatnya yakni jalur prestasi lewat seleksi dan jalur berbayar dengan biaya yang tidak akan besar.
Sebab menurut Azka dengan mengadakan sesi berbayar akan memacu keseriusan peserta, dengan perasaan tidak mau rugi.
"Terlalu banyak benefit yang akan didapat ketika mengikuti program ini, mangkanya saya berharap banyak yang dari Gorontalo ke sana dan saya siap mementoringnya" tandasnya. (*)
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.