Jatanras
Pencuri Pecahkan Kaca Mobil di Bekasi, Gasak Barang Berharga, Polisi Periksa 4 Saksi
Sebelumnya diketahui, warga Bantargebang, Ahmad Apandi (38) menjadi korban modus pecah kaca di lokasi tersebut pada Kamis (16/5/2024) dan mengalami ke
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Posisi-kaca-mobil-milik-korban-bernama-Apandi-dalam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Bekasi.
Kali ini, peristiwa naas ini menimpa seorang warga di Warung Gabus Pucung, Jalan Raya Narogong, Kecamatan Rawalumbu.
Para pelaku berhasil menggasak barang berharga dari dalam mobil korban.
Kapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi dan pelapor untuk mengungkap identitas para pelaku.
"Pelaku belum diketahui. Mohon waktu supaya dapat hasil yang baik, dan kini ada empat orang saksi dengan pelapor yang diperiksa," ujar Firdaus, Selasa (28/5/2024).
Upaya penyelidikan juga dilakukan dengan mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, sayangnya rekaman CCTV tersebut tidak secara jelas menunjukkan pelaku.
"CCTV ada yg diamankan, namun belum mengarah jelas ke pelaku," tutup Firdaus.
Hingga berita ini diturunkan, para pelaku masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya diketahui, warga Bantargebang, Ahmad Apandi (38) menjadi korban modus pecah kaca di lokasi tersebut pada Kamis (16/5/2024) dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Apandi mengatakan uang tersebut milik ayahnya yang berasal usai menjual tanah.
Akibat dari kejadian itu, ia dan ayahnya merasa sangat terpukul.
Pasalnya uang tersebut direncanakan untuk pembayaran biaya rumah sakit pengobatan ibunya.
“Uang itu buat bayar rumah sakit ibu saya, bahkan sekarang ibu saya sudah meninggal (setelah kejadian),” kata Apandi, Jumat (17/5/2024).
Apandi memaparkan kronologi kejadian yang akibatkan kerugian Rp 450 juta itu bermula saat dirinya dengan ayahnya makan siang sekira pukul 10.30 WIB usai menarik tunai di satu Bank yang berada di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
Lebih kurang 10 menit makan di Jalan Raya Narogong, Rawalumbu, Kota Bekasi, ia dan ayahnya pun hendak pergi ke mobilnya.
Sesampainya di pinggir mobil, ia dan ayahnya terkejut karena kaca kendaraanya mereka sudah pecah.
"Pada saat kaki berhenti di rumah makan, setelah makan kurang lebih 10 menit kami ngecek parkiran itu sudah dipecahkan kacanya," jelasnya.
Apandi menyampaikan situasi di sekitar lokasi kejadian kala itu tengah sepi.
Ketika dirinya hendak mengetahui aksi pelaku, rupanya tidak ada satupun kamera CCTV yang merekam mengarah persis ke mobil korban.
"Terus dilingkungan juga sepi. Saya cek memang tidak ada CCTV. CCTV ada hanya satu tapi tidak sampi memperlihatkan gambar ke TKP," lugasnya.
Apandi menduga pelaku sudah mengikutinya sejak pertama menarik tunai di bank.
Sebab para pelaku memecahkan kaca tepat berada di posisi tas berisikan uang diletakkan.
"Kalo keliatannya sih komplotan, saya juga curiga diikutin dari bank. Karena dia (pelaku) mecahin kacanya tau persis saya naro tasnya itu di belakang kedua dan dibawah. Sudah saya masukin di bawah tempat duduk. Jadi engga sembarangan kita taro. Mungkin beliau (pelaku) tau," imbuhnya.
Usai kejadian, Apandi mengungkapkan sudah melaporkan kejadian ke Polres Metro Bekasi Kota untuk segera ditindak lanjuti.
"Saya berharap bisa diusut dan mudah-mudahabisa ditangkap pelakunya, sehingga tidak ada lagi korban selanjutnya seperti saya dan keluarga (alami)," turupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.