Sabtu, 28 Maret 2026

Rakernas V PDIP

Rekomendasi Rakernas V PDIP Menyoroti Demokrasi, Menilai Pemilu 2024 Paling Buruk dalam Sejarah

Diketahui, Rakesnas V PDIP digelar selama tiga hari hingga Minggu 26 Mei 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, 

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rekomendasi Rakernas V PDIP Menyoroti Demokrasi, Menilai Pemilu 2024 Paling Buruk dalam Sejarah
RakersPDIP
Puan Maharani saat membacakan hasil Rakernas V PDIP, Minggu 27 Mei 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Partai PDI Perjuangan (PDIP) berakhir pembacaa 17 poin rekomendasi. 

Diketahui, Rakesnas V PDIP digelar selama tiga hari hingga Minggu 26 Mei 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta.

Puan Maharani sebagai kader PDIP sekaligus Ketua DPR RI saat ini membacakan 17 rekomendasi Rakesnas V PDIP tersebut. 

Dalam 17 rekomendasi tersebut, tertuang poin tentang evaluasi Pemilu 2024 ini. Hasil Rekernas V, bahwa pemilu  yang digelar pada 17 Februari adalah terburuk dalam sejarah. 

"Rakernas V Partai menilai bahwa Pemilu 2024 merupakan pemilu yang paling buruk dalam sejarah demokrasi Indonesia," demikian kalimat pada poin pertama rekomendasi rakernas PDIP. 

Poin selanjutnya menyebutkan, bahwa penilaian itu berdasarkan penyalahgunaan kekuasaan, intervensi aparat penegak hukum, pelanggaran etika, penyalahgunaan sumber daya negara, dan masifnya praktik politik uang atau money politics. 

"Buruknya penyelenggaraan pemilu ini juga disebabkan oleh ketidaknetralan penyelenggara pemilu," ucap Puan membacakan hasil rekomendasikan yang akan diserahkan kepada Megawati Soekarno Putri sebagai ketua umum (Ketum) PDIP. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Rakernas V merekomendasikan peningkatan kualitas demokrasi melalui peninjauan kembali sistem Pemilu, konsolidasi demokrasi, pelembagaan partai politik, penguatan pers dan masyarakat sipil, serta mendorong reformasi sistem hukum yang berkeadilan

Karena itu, pada poin 4 hasil Rakernas PDIP mengajak para ahli hukum tata negara, masyarakat slpil, pers, akademlsi, Intelektual, dan seluruh elemen pro demokrasi untuk melakukan evaluasi secara obyektif atas pelaksanaan Pemllu 2024.

Selanjutnya, Rakenas V menegaskan pentingnya untuk memahami kembalil keseluruhan aspek sosiologls politis dikeluarkannya TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor Vll lahun 2000 lentang Peran TNI dan Polri

Berikut 17 sikap politik yang dihasilkan dalam Rakernas V PDIP dan diserahkan kepada Megawati:

1. Rakernas V Partai menilai bahwa Pemilu 2024 merupakan pemilu yang paling buruk dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh penyalahgunaan kekuasaan, intervensi aparat penegak hukum, pelanggaran etika, penyalahgunaan sumber daya negara, dan masifnya praktik politik uang atau money politics.n Buruknya penyelenggaraan pemilu ini juga disebabkan oleh ketidaknetralan penyelenggara pemilu.

Berkaitan dengan hal tersebut, Rakernas V merekomendasikan peningkatan kualitas demokrasi melalui peninjauan kembali sistem Pemilu, konsolidasi demokrasi, pelembagaan partai politik, penguatan pers dan masyarakat sipil, serta mendorong reformasi sistem hukum yang berkeadilan

2. Rakernas V Partai menilai untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia memerlukan fungsi kontrol dan penyelmbang atau checks and balances. Pada saat bersamaan, salah satu tujuan partai politik adalah untuk mendapatkan kekuasaan secara konstitusional melalui Pemilu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved