Berita Seleb
Pembalap Rio Haryanto Bagikan Momen Bahagia Lamar Keponakan Menteri Sandiaga Uno
Pembalap Rio Haryanto resmi melamar Athina Papadimitrou yang merupakan keponakan dari Sandiaga Uno pada Minggu (26/5/2024).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Momen-Rio-Haryanto-melamar-keponakan-Sandiaga-Uno-Athina-Papadimitriou.jpg)
Ia pernah ditunjuk sebagai Duta Milenial oleh Yayasan Jantung Indonesia.
"Selamat dan sukses kepada keponakan ku Athina yg terpilih sebagai Ambassador Milenial Yayasan Jantung Indonesia," kata Nur Asia Uno di Instagramnya.
"Tante Nur ikut bangga bahwa seorang penggerak GMI (Gerakan Milenial Indonesia) di pilih menjadi tokoh millenial Yayasan Jantung Indonesia untuk menggerakkan gaya hidup sehat di masyarakat khususnya kaum generasi muda penerus bangsa #sehatitukeren."
Baca juga: 7 Fakta Terbaru Kasus Vina Cirebon, Ubah Identitas hingga Ayah Bantu Tersangka untuk Kabur
Perjalanan karier Rio Haryanto
Rio mulai meniti karir balapnya pada tahun 1999 saat berusia enam tahun dengan mengendarai gokart.
Pada tahun yang sama, ia berhasil meraih gelar juara dalam kategori kadet gokart di tingkat nasional.
Rio kemudian menerima penghargaan dari Ikatan Motor Indonesia sebagai pembalap gokart terbaik pada tahun 2005 dan 2006.
Prestasi Rio tidak berhenti di situ, ia juga berhasil memenangkan seri pertama Kejuaraan Asia Karting Terbuka yang diadakan di Sirkuit Guia, Makau pada bulan Juni 2008.
Selama lebih dari tujuh tahun, Rio berkutat di dunia gokart sebelum akhirnya beralih ke Formula Asia Renault dan Formula Asia 2.0.
Pada tahun berikutnya, ia berkompetisi di ajang Formula BMW Pasific.
Rio berhasil memenangkan enam seri, berada di podium empat belas kali, dan menjadi juara Formula BMW Pacific 2009.
Baca juga: JPU KPK akan Hadirkan Keluarga SYL di Persidangan Hari Ini, Mulai dari Istri, Anak, dan Cucu
Rio Jadi pebalap F1
Rio menjadi salah satu dari dua pembalap Manor Racing untuk musim 2016, yang menjadikannya satu-satunya pembalap asal Asia yang berkompetisi di ajang Formula 1 pada tahun tersebut.
Namun, debutnya di dunia Formula 1 tidak berjalan lancar karena mengalami insiden tabrakan saat sesi latihan di Grand Prix Australia.
Selain itu, Rio juga tidak berhasil menyelesaikan balapan karena mengalami masalah dengan drive link pada lap ke-18.
Rio kemudian mengalami eliminasi dari kualifikasi Grand Prix Bahrain, menjadi pembalap kedua yang mengalami hal tersebut.
Pada Grand Prix Rusia, Rio juga tidak berhasil menyelesaikan balapan.