Barcelona
Xavi Dinilai Senasib dengan Lionel Messi sebagai Korban Kesewenang-wenangan Barcelona
Pemecatan Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan Barcelona menuai kritikan dari pelatih Sevilla, Quique Sanchez Flores.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Xavi-Hernandez-kiri-resmi-dipecat-Barcelona.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemecatan Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan Barcelona menuai kritikan dari pelatih Sevilla, Quique Sanchez Flores.
Usai Xavi dipecat, Flores mengutarakan borok Barcelona dalam hal kebijakan.
Pasalnya, Barcelona mengambil keputusan sepihak setelah komentar Xavi yang menilai buruknya keuangan klub.
Presiden Barcelona, Joan Laporta menjadi antagonis dalam pemberhentian Xavi dari posisi manajerial.
Laporta bersama para petinggi Barcelona dan Xavi mengadakan pertemuan di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Jumat (24/5/2024) kemarin.
Pihak klub akhirnya sepakat memutus kerja sama dengan legenda Blaugrana tersebut.
Itu berarti laga Barcelona dan Sevilla menjadi momen perpisahan Xavi dengan para pemain sekaligus penggemarnya.
Partai terakhir Barcelona di Liga Spanyol itu digelar di Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (26/5/2024) waktu setempat.
Sebagai pelatih Sevilla sekaligus teman Xavi, Flores mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap Barcelona.
"Xavi adalah pelatih yang sangat peduli terhadap klub," ujar Flores dikutip BolaSport.com dari Mundodeportivo.
"Dia menjalani banyak hal sebagai pemain dan telah melakukan pekerjaan hebat selaku pelatih."
"Saya akan memberinya pelukan, kami akan mengobrol. Hubungan kami bagus."
"Saya benci mengatakan ini, tapi Barcelona tidak memperlakukan legenda mereka secara baik," kata pria asal Madrid itu.
Flores menyamakan contoh kondisi Xavi sekarang dengan kepergian Lionel Messi dan Ronald Koeman tiga tahun lalu.
Dia menganggap ketiganya sama-sama jadi korban tindakan sewenang-wenang petinggi Barca.