Barcelona
Xavi Dinilai Senasib dengan Lionel Messi sebagai Korban Kesewenang-wenangan Barcelona
Pemecatan Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan Barcelona menuai kritikan dari pelatih Sevilla, Quique Sanchez Flores.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Xavi-Hernandez-kiri-resmi-dipecat-Barcelona.jpg)
Pada 2021, publik gempar ketika Messi terpaksa pindah dari Barcelona karena konflik seputar kontrak kerja.
Barca tak punya cukup uang untuk menggaji megabintang Argentina tersebut.
Adapun nasib Messi sendiri digantung selama beberapa bulan karena ketidakpastian ini.
Raja gelar Ballon d'Or yang kini memperkuat Inter Miami bahkan sempat dirumorkan bakal membawa masalah kontraknya di Barca ke meja hijau.
Dua bulan kemudian, manajemen Barca memecat Ronald Koeman setelah bertugas 14 bulan di kursi pelatih.
Koeman sebagai salah satu bintang utama Barcelona era 1990-an diberhentikan secara tidak hormat.
Ia diberi tahu Laporta bakal di-PHK ketika sedang dalam perjalanan di pesawat sementara para pemain berada di dekatnya.
Pria asal Belanda tersebut merasa jasa-jasanya tidak dihargai oleh klub.
"Situasinya sulit dengan Koeman, Messi, dan sekarang Xavi. Klub harus lebih mengapresiasi legenda mereka," kata Flores lagi.
Selama menukangi Barca pada 2021-2024, Xavi membawa klub juara Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol di musim keduanya.
Eks maestro lini tengah Spanyol menjalani 141 pertandingan sebagai nakhoda Tim Catalan dengan rasio kemenangan cukup baik, yakni 62,4 persen.
Baca juga: Xavi Hernandez Didepak Laporta, Hansi Flick Resmi Tukangi Barcelona
Barcelona Tunjuk Hansi Flick
Beberapa saat setelah pemecatan Xavi, Barcelona dikabarkan telah menunjuk pelatih baru.
Dia adalah Hansi Flick. Eks pelatih Bayern Munich yang pernah mempermalukan Barcelona di ajang Liga Champions musim 2019-2020.
Kala itu, Hansi Flick mengalahkan Barca yang ditangani Quique Setien dengan skor telak 2-8 di Camp Nou.