Viral Lokal
Siswa SD di Kota Gorontalo Diduga Dianiaya Oknum Guru, Ibu Korban Minta Keadilan 'Anak Saya Trauma'
Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Gorontalo dianiaya oknum guru hingga masuk Rumah Sakit (RS).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HY-ibu-kandung-siswa-SD-korban-penganiayaan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Gorontalo dianiaya oknum guru hingga masuk Rumah Sakit (RS).
Guru berinisial YL itu menganiaya siswanya di depan rumah warga Kota Gorontalo pada November 2023 silam.
Pelajar berusia 8 tahun itu ditemukan terkapar di atas tanah dan dilarikan ke rumah sakit.
Ibu Korban, HY (48) membeberkan kronologi kejadian kepada TribunGorontalo.com, Rabu (15/5/2024) malam.
HY bercerita saat itu anaknya tengah mewarnai sepeda di depan rumah warga di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
"Anak saya lagi pilox sepedanya. Tiba-tiba datang cucu pelaku dan melihat (proses pilox) dari arah bawah sepeda. Jadi tidak sengaja pilox itu kena di antara hidung dan mulut cucu pelaku," ungkapnya.
Karena hal tersebut cucu pelaku menangis dan melaporkan kepada pelaku. Pelaku sontak tidak terima dan melakukan dugaan penganiayaan dengan menendang perut korban.
"Dia tendang saya punya anak, kasihan ada terbaring di tanah sambil pegang perut," ucapnya.
Setelah kejadian itu, HY membawa anaknya ke rumah sakit.
"Anak saya selama satu minggu sakit, anak saya panas tinggi. Waktu itu dokter sarankan untuk rawat inap tapi saya bilang tidak. Kalau ada apa-apa saya kasih tahu," jelasnya.
HY menyebut anaknya trauma mendalam atas kejadian tersebut. Ia menjadi pendiam.
Wanita paruh baya itu lantas melaporkan pelaku ke Polres Gorontalo Kota.
Proses visum sudah diajukan sejak laporan itu tiba di telinga polisi.
Namun, HY merasa aneh karena hasil visum diambil oleh pihak kepolisian setelah sebulan diajukan proses visum.
"Saya tidak tahu alasannya apa. Tapi hasil visum keluar kata polisi tidak ada tanda-tanda kekerasan. Padahal jelas-jelas anak saya dianiaya, ada saksi matanya," ujarnya.