Berita Viral
Balita Tewas Dicekik Ayah Kandung, Ada Gelagat Aneh Pelaku usai Pulang dari Taiwan
Bayi berinisial MAK itu diduga ditindih bantal oleh ayahnya hingga meninggal akibat kehabisan napas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Desa-Blimbing-Kecamatan-Rejotangan-tulungagung.jpg)
Diduga RAP melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya karena depresi.
Menurut penuturan para kerabat, RAP dipulangkan dari Taiwan padan 1 Mei 2024, setelah bekerja kurang dari 1 tahun karena gejala gangguan kejiwaan.
Selama di ruang tahanan, RAP meracau tak karuan.
Saat ditanya, jawabannya banyak seperti orang yang sedang halusinasi.
Hari ini, UPPA Satreskrim Polres Tulungagung juga berencana membawa RAP ke psikolog.
Pelibatan psikolog disebabkan RAP ditengarai dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan.
"Penyidik akan memastikan, apakah terduga pelaku ini sehat secara kejiwaan atau tidak," sambung Mujiatno.
Sebelumnya RAP duduk tenang di dalam ruang tahanan Polsek Rejotangan.
Saat diajak bicara, RAP ngomong ngelantur dan tidak nyambung.
Dia mengaku bisa berkomunikasi dengan MAK lewat hubungan batin.
"Saya perintahkan dia hanya lewat batin, dia sudah jalan," katanya.
Di bagian lain, Dokter Forensik dari RS Bhayangkara Kediri, dr Tutik Purwati telah tiba di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mengautopsi jasad MAK.
Turut serta dalam proses autopsi ini, anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.
Proses autopsi ini untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Sesuai prosedur, kami lakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematiannya. Apakah benar karena kekurangan oksigen atau ada penyebab lain," ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Gelagat Janggal Bapak Cekik Balitanya hingga Tewas di Tulungagung, Beda Usai Dipulangkan dari Taiwan