Selasa, 17 Maret 2026

Berita Viral

Balita Tewas Dicekik Ayah Kandung, Ada Gelagat Aneh Pelaku usai Pulang dari Taiwan

Bayi berinisial MAK itu diduga ditindih bantal oleh ayahnya hingga meninggal akibat kehabisan napas.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Balita Tewas Dicekik Ayah Kandung, Ada Gelagat Aneh Pelaku usai Pulang dari Taiwan
surya.co.id/david yohannes
Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung melakukan olah TKP di rumah balita yang dicekik ayahnya di Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Minggu (12/5/2024) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Balita berusia 3 tahun tewas dicekik oleh ayah kandungnya, RAP (29).

Bayi berinisial MAK itu diduga ditindih bantal oleh ayahnya hingga meninggal akibat kehabisan napas.

Dugaan pembunuhan tersebut disampaikan langsung Kapolsek Rejotangan, AKP Kasiyanto.

"Dugaan kami, korban dicekik sambil ditindih oleh terduga pelaku. Ada bantal juga sebagai alat bantu," ungkap Kasiyanto.

Saksi juga sempat melihat RAP menindih tubuh MAK.

Lantas, bagaimana kronologinya?

Kejadian di Tulungagung Jawa Timur ini diketahui berlangsung pada Minggu (12/5/2024) malam.

Saat itu RAP meminta seluruh keluarganya ke luar rumah.

Tidak satu pun keluarga curiga RAP bakal melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya.

Setelah keluarganya ke luar rumah, RAP lalu bermain bersama MAK dan menggendongnya.

"Saat itu tidak ada yang curiga, semua juga keluar dari dalam rumah," ujar Kapolsek Rejotangan, AKP Kasiyanto, Senin (13/5/2024) dini.hari, setelah olah TKP.

Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung melakukan olah TKP kasus balita dicekik bapaknya hingga tewas.
Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung melakukan olah TKP kasus balita dicekik bapaknya hingga tewas. (kolase surya/david yohanes)

Pukul 20.30 WIB, AJ (23), ibu korban curiga saat mendapati anaknya tak sadarkan diri telentang di atas sofa di ruang tengah.

Kondisi tubuh MAK juga membiru, seperti di bagian kakinya.

Keluarga kemudian membawa MAK ke Puskemas Rejotangan, namun nyawanya tak terselamatkan.

"Sesampai di Puskesmas sempat dilakukan pemeriksaan. Pihak Puskesmas menyatakan, korban sudah meninggal dunia," sambung Kasiyanto.

Diduga RAP melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya karena depresi.

Menurut penuturan para kerabat, RAP dipulangkan dari Taiwan padan 1 Mei 2024, setelah bekerja kurang dari 1 tahun karena gejala gangguan kejiwaan.

Selama di ruang tahanan, RAP meracau tak karuan.

Saat ditanya, jawabannya banyak seperti orang yang sedang halusinasi.

Hari ini, UPPA Satreskrim Polres Tulungagung juga berencana membawa RAP ke psikolog.

Pelibatan psikolog disebabkan RAP ditengarai dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan.

"Penyidik akan memastikan, apakah terduga pelaku ini sehat secara kejiwaan atau tidak," sambung Mujiatno.

Sebelumnya RAP duduk tenang di dalam ruang tahanan Polsek Rejotangan.

Saat diajak bicara, RAP ngomong ngelantur dan tidak nyambung.

Dia mengaku bisa berkomunikasi dengan MAK lewat hubungan batin.

"Saya perintahkan dia hanya lewat batin, dia sudah jalan," katanya.

Di bagian lain, Dokter Forensik dari RS Bhayangkara Kediri, dr Tutik Purwati telah tiba di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mengautopsi jasad MAK.

Turut serta dalam proses autopsi ini, anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.

Proses autopsi ini untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Sesuai prosedur, kami lakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematiannya. Apakah benar karena kekurangan oksigen atau ada penyebab lain," ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno.

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Gelagat Janggal Bapak Cekik Balitanya hingga Tewas di Tulungagung, Beda Usai Dipulangkan dari Taiwan

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved