Berita Kota Gorontalo
Ternyata Wilayah di Kota Gorontalo Ini Belum Teraliri Listrik, 70 KK 'Hidup dalam Kegelapan'
Aspirasi dan permintaan untuk pengadaan listrik ke tak kunjung direspon otoritas terkait, hanya janji-janji palsu yang mereka terima.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Puncak-Limehu-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di tengah gempuran modernisasi, masih ada segelintir warga di Kota Gorontalo yang hidup tanpa listrik selama puluhan tahun.
Mereka adalah warga Puncak Limehu, di tiga kelurahan yaitu Pilolodaa, Lekobalo, dan Dembe, Kecamatan Kota Barat.
Yusni Amali, Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Pilolodaa, mengungkapkan rasa prihatinnya atas kondisi ini.
"Sejak saya bermukim di puncak Limehu pada tahun 2001, memang belum ada listrik di sini," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/5/2024).
Baca juga: Korban Kekerasan Senior STIP Dimakamkan Hari Ini Diiringi Motor Kesayangan
Sebelum bantuan tenaga surya diberikan 4 tahun lalu, warga hanya bermodalkan lampu botol untuk menerangi malam mereka.
"Kemarin saat masa pileg, beberapa caleg sering datang ke sini, namun nyatanya kami tetap hidup dengan tenaga surya ini," tutur Yusni dengan penuh harap.
Upaya lain seperti menarik kabel listrik dari gardu listrik di bawah puncak pun tak membuahkan hasil karena jaraknya yang terlalu jauh dan kapasitas gardu yang tak mencukupi.
Alasan lain yang dikemukakan adalah pelebaran jalan di kawasan tersebut.
Mirisnya lagi, anak-anak di wilayah ini harus berjalan kaki 2 kilometer dengan trek jalan yang menurun dan menanjak untuk mencapai sekolah di bawah puncak.
Baca juga: Inilah Dua Pelaku Kasus Pencurian Toko di Kediri, Colong Sepeda Motor dan 40 Pres Rokok
"Anak-anak di sini semuanya bersekolah, kalau pagi jalan kaki sekira pukul 5.30 Wita sudah turun dari rumah, dan pulangnya naik angkot," jelas Yusni.(*)